PENGARUH VARIASI PERLAKUAN PENYIMPANAN SAMPEL SERUM HASIL PEMERIKSAAN ELEKTROLIT (NATRIUM, KALIUM, DAN KLORIDA) PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DI RSUD ANDI MAKKASAU KOTA PAREPARE

SILVIATI, SILVIATI (2026) PENGARUH VARIASI PERLAKUAN PENYIMPANAN SAMPEL SERUM HASIL PEMERIKSAAN ELEKTROLIT (NATRIUM, KALIUM, DAN KLORIDA) PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DI RSUD ANDI MAKKASAU KOTA PAREPARE. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Makassar.

[img] Text
074_Silviati_Skripsi.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)
[img] Text
074_Silviati_Jurnal.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (626kB)
[img] Text
074_Silviati_Turnitin Skripsi.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)

Abstract

Pemeriksaan elektrolit merupakan pemeriksaan laboratorium yang berperan penting dalam menilai keseimbangan cairan, fungsi ginjal, serta kondisi metabolik pada pasien gagal ginjal kronik. RSUD Andi Makkasau sebagai rumah sakit rujukan regional Parepare memberikan pelayanan rawat inap bagi pasien gagal ginjal kronik dengan pemeriksaan elektrolit yang dilakukan secara rutin. Namun, keterlambatan pemeriksaan akibat kendala operasional dapat berpotensi memengaruhi mutu dan keakuratan hasil pemeriksaan laboratorium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh variasi penyimpanan sampel serum terhadap kadar natrium (Na⁺), kalium (K⁺), dan klorida (Cl⁻) pada pasien gagal ginjal kronik di RSUD Andi Makkasau. Penelitian eksperimental dengan pendekatan pretest-posttest ini menggunakan 20 sampel serum pasien gagal ginjal kronik yang diambil dengan teknik purposive sampling. Pemeriksaan dilakukan menggunakan metode Ion Selective Electrode (ISE) pada waktu 0 jam, 6 jam, dan 12 jam penyimpanan pada suhu 20–24°C. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 13 April hingga 11 Mei 2026. Analisis data menggunakan uji Friedman Test. Hasil penelitian pada kadar natrium memiliki nilai Asymp. Sig. sebesar 0,070 (p > 0,05) dan kadar klorida sebesar 0,052 (p > 0,05) sehingga tidak terdapat perbedaan signifikan pada pemeriksaan 0 jam sampai 12 jam. Sementara itu, pada kadar kalium menunjukkan nilai Asymp. Sig. sebesar 0,001 (p < 0,05), yang mengindikasikan adanya perbedaan signifikan pada pemeriksaan 0 jam sampai 12 jam. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa penundaan pemeriksaan hingga 12 jam tidak memengaruhi kadar natrium dan klorida, tetapi berpengaruh terhadap kestabilan kadar kalium, sehingga penundaan pemeriksaan elektrolit tidak dianjurkan.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: R Medicine > RR Medical Laboratory Technology
Divisions: Poltekkes Kemenkes Makassar > Jurusan Teknologi Laboratorium Medis
Depositing User: Elsi Elsi Premiwati
Date Deposited: 28 Aug 2026 06:47
Last Modified: 28 Aug 2026 06:47
URI: https://repositorynew.poltekkes-mks.ac.id/id/eprint/2717

Actions (login required)

View Item View Item
Katalog SLiMS Web Analytics