ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB STUNTING PADA ANAK BADUTA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUDIANG RAYA

AZISA HANISA UMAR, NUR (2026) ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB STUNTING PADA ANAK BADUTA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUDIANG RAYA. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Makassar.

[img] Text
MANUSKRIP NUR AZISA HANISA UMAR 2026.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (389kB)
[img] Text
SKRIPSI_NUR AZISA HANISA UMAR.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)
[img] Text
TURNITIN SKRIPSI_NUR AZISA HANISA UMAR.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (6MB)

Abstract

Prevalensi stunting di Indonesia masih menjadi masalah kesehatan karena berdampak pada pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan risiko penyakit di masa depan. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia, prevalensi stunting di Sumatera Selatan menurun dari 24,8% tahun 2021 menjadi 18,6% tahun 2022, namun masih belum mencapai target nasional 14%. Stunting dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti asupan gizi, penyakit infeksi, berat badan lahir rendah, ASI eksklusif, dan pendidikan ibu. Penelitian ini dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Sudiang Raya pada Februari 2025 sampai Januari 2026 dengan desain case control retrospektif untuk menganalisis hubungan faktor risiko terhadap kejadian stunting pada anak baduta usia 6–24 bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asupan zat gizi, berat badan lahir, dan pemberian ASI eksklusif memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian stunting, dengan nilai p-value masing-masing sebesar (p = 0.000), (p = 0.000), dan (p = 0.006). Penyakit infeksi dan pendidikan ibu baduta, tidak menunjukkan hubungan yang signifikan terhadap kejadian stunting, dengan nilai p-value masing-masing sebesar (p = 0.295), dan (p = 0.112). Berdasarkan hasil uji statistik, berat badan lahir rendah (BBLR) merupakan faktor risiko kejadian stunting dengan nilai OR = 6.062, asupan zat gizi dan pemberian ASI eksklusif merupakan faktor protektif terhadap kejadian stunting, dengan nilai OR masing-masing sebesar (OR = 0.200) dan (OR = 0.443). Penyakit infeksi dan pendidikan ibu baduta tidak menunjukkan hubungan yang signifikan terhadap kejadian stunting, dengan nilai OR masing-masing sebesar (OR = 0.731), dan (OR = 0.631). Kata Kunci :Stunting, Asupan, BBLR, ASI Eksklusif, Penyakit

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Q Science > QN Nutrition
Divisions: Poltekkes Kemenkes Makassar > Jurusan Gizi
Depositing User: Elsi Elsi Premiwati
Date Deposited: 28 Aug 2026 02:38
Last Modified: 28 Aug 2026 02:38
URI: https://repositorynew.poltekkes-mks.ac.id/id/eprint/2649

Actions (login required)

View Item View Item
Katalog SLiMS Web Analytics