KADAR GULA DARAH DAN STATUS HUMAN IMMUNODEFICIENCY VIRUS (HIV) PADA PENDERITA TUBERKULOSIS DI PUSKESMAS BARING KABUPATEN PANGKEP

BAKRI, MUSDALIFA (2026) KADAR GULA DARAH DAN STATUS HUMAN IMMUNODEFICIENCY VIRUS (HIV) PADA PENDERITA TUBERKULOSIS DI PUSKESMAS BARING KABUPATEN PANGKEP. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Makassar.

[img] Text
057_musdalifa bakri_skripsi.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (6MB)
[img] Text
057_Musdalifa Bakri_Jurnal Skripsi.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (349kB)
[img] Text
057_Musdalifa Bakri_Turnitin Skripsi.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (19MB)

Abstract

Deteksi dini terhadap gangguan kadar gula darah dan status HIV pada penderita TB sangat penting dilakukan sebagai bagian dari tata laksana TB yang komprehensif dan terpadu. Diabetes Melitus (DM) dan Infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) dikenal sebagai komorbid yang dapat memperburk perjalanan klinis TB, meningkatkan resiko kegagalan pengobatan, serta memperbesar angka morbiditas dan mortalitas. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kadar gula darah puasa dan status HIV pada penderita tuberkulosis yang terdiagnosis melalui pemeriksaan Tes Cepat Molekuler (TCM) di Puskesmas Baring Kabupaten Pangkep. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Sampel penelitian berjumlah 24 orang penderita TB yang memenuhi kriteria inklusi. Variabel yang diteliti meliputi hasil pemeriksaan TCM, kadar gula darah puasa, dan status HIV. Data dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase.Seluruh 24 sampel (100%) menunjukkan hasil TCM dengan Rifampisin Sensitif (RIF SEN), yang mengindikasikan seluruh kasus merupakan TB Sensitif Obat (TB-SO). Berdasarkan hasil pemeriksaan kadar gula darah puasa, Sebanyak 8 sampel (33,3 %) memiliki kadar gula puasa dalam rentang nilai normal (< 100 mg/dL ), 7 sampel ( 29,2 %) dalam kategori Pra Diabetes (100 – 125 mg/dL), dan 9 sampel (37,5 %) termasuk dalam kategori diabetes ( ≥126 mg/dL). Adapun hasil pemeriksaan HIV menunjukkan bahwa seluruh 24 sampel (100%) berstatus Non Reaktif, sehingga tidak ditemukan koinfeksi TB-HIV dalam penelitian ini. Dari karakteristik responden, proporsi laki-laki (54,2%) lebih tinggi dibandingkan perempuan (45,8%), dengan rentang usia 16 hingga 92 tahun dan kelompok usia produktif (18–59 tahun) mendominasi sebesar 66,6%. Seluruh penderita TB di Puskesmas Baring Kabupaten Pangkep terdiagnosis sebagai TB Sensitif Obat. Sebagian besar penderita memiliki kadar gula darah puasa yang tidak normal (66,7%), dengan 33,3 % di antaranya memenuhi kriteria diabetes melitus. Tidak ditemukan koinfeksi TB-HIV pada seluruh sampel penelitian. Temuan ini menegaskan pentingnya skrining kadar gula darah secara rutin pada setiap penderita TB sebagai bagian dari manajemen TB yang terpadu. Kata Kunci: Diabetes Melitus, Gula Darah Puasa, HIV, TCM, Tuberkulosis

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: R Medicine > RR Medical Laboratory Technology
Divisions: Poltekkes Kemenkes Makassar > Jurusan Teknologi Laboratorium Medis
Depositing User: Elsi Elsi Premiwati
Date Deposited: 28 Aug 2026 02:24
Last Modified: 28 Aug 2026 02:24
URI: https://repositorynew.poltekkes-mks.ac.id/id/eprint/2641

Actions (login required)

View Item View Item
Katalog SLiMS Web Analytics