ASLAN, MUHAMMAD (2026) ANALISIS HASIL PEMERIKSAAN ANTI-HCV PADA TENAGA TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIS DI RUMAH SAKIT KOTA MAKASSAR BERDASARKAN FAKTOR RISIKO. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Makassar.
|
Text
Skripsi_019_Muhammad Aslan.pdf Restricted to Repository staff only Download (4MB) |
|
|
Text
Skripsi Turnitin_019_Muhammad Aslan.pdf Restricted to Repository staff only Download (8MB) |
|
|
Text
Jurnal Skripsi_019_Muhammad_Aslan.pdf Restricted to Repository staff only Download (271kB) |
Abstract
Hepatitis C merupakan infeksi virus yang terutama ditularkan melalui pajanan darah. Tenaga teknologi laboratorium medis berisiko mengalami pajanan okupasional karena pekerjaannya berkaitan dengan spesimen darah, benda tajam, dan limbah infeksius. Penelitian ini bertujuan menganalisis hasil pemeriksaan anti-HCV pada tenaga teknologi laboratorium medis di rumah sakit Kota Makassar berdasarkan faktor risiko. Penelitian ini menggunakan rancangan observasional analitik dengan pendekatan potong lintang. Sampel berjumlah 44 responden. Data faktor risiko dikumpulkan menggunakan kuesioner, sedangkan hasil anti-HCV diperoleh melalui pemeriksaan serologis. Analisis data dilakukan secara univariat dengan distribusi frekuensi dan persentase; analisis bivariat tidak dapat dihitung secara valid karena seluruh hasil anti-HCV berada pada satu kategori. Hasil penelitian menunjukkan seluruh responden memiliki hasil anti-HCV nonreaktif (44 responden; 100%). Sebagian besar responden berusia 30-39 tahun (54,5%), berjenis kelamin perempuan (70,5%), berpendidikan D4/Sarjana Terapan TLM (70,5%), dan memiliki lama bekerja 6-10 tahun (40,9%). Pajanan kerja masih ditemukan, yaitu tertusuk jarum/benda tajam sebesar 31,8%, luka sayat akibat pecahan tabung/alat laboratorium sebesar 4,5%, dan percikan darah/cairan tubuh sebesar 15,9%. Penggunaan APD dan kewaspadaan standar relatif baik, tetapi belum merata pada seluruh indikator. Kesimpulan penelitian ini adalah tidak ditemukan reaktivitas anti-HCV pada responden, namun faktor risiko pajanan okupasional tetap ada sehingga penguatan pelaporan pajanan, kepatuhan APD, dan kewaspadaan standar tetap diperlukan. Kata kunci: anti-HCV, hepatitis C, tenaga teknologi laboratorium medis, pajanan okupasional, faktor risiko.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RR Medical Laboratory Technology |
| Divisions: | Poltekkes Kemenkes Makassar > Jurusan Teknologi Laboratorium Medis |
| Depositing User: | Elsi Elsi Premiwati |
| Date Deposited: | 28 Aug 2026 01:52 |
| Last Modified: | 28 Aug 2026 01:52 |
| URI: | https://repositorynew.poltekkes-mks.ac.id/id/eprint/2630 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

