PENGARUH KONSELING TERHADAP PRAKTEK INISIASI MENYUSU DINI (IMD) DAN PEMBERIAN ASI PADA BAYI DI PUSKESMAS TAMALANREA KOTA MAKASSAR

FITRIANI, FITRIANI (2026) PENGARUH KONSELING TERHADAP PRAKTEK INISIASI MENYUSU DINI (IMD) DAN PEMBERIAN ASI PADA BAYI DI PUSKESMAS TAMALANREA KOTA MAKASSAR. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Makassar.

[img] Text
HASIL TURNITIN FITRIANI PO017.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (216kB)
[img] Text
MANUSKRIP_FITRIANI.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (330kB)
[img] Text
SKRIPSI_FITRIANI.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Praktek Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dan pemberian ASI merupakan upaya penting dalam meningkatkan kesehatan dan kelangsungan hidup bayi. Wolrd Health Organization, (2023) menyatakan bahwa bayi yang tidak memperoleh ASI memiliki risiko kematian hingga 14 kali lebih tinggi dibandingkan bayi yang mendapatkan ASI eksklusif. Cakupan praktek IMD dan pemberian ASI masih belum optimal di beberapa wilayah. Berbagai faktor seperti pengetahuan, pendidikan ibu, serta dukungan keluarga dapat memengaruhi keberhasilan praktik menyusui. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konseling terhadap praktek Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dan pemberian ASI pada bayi di Puskesmas Tamalanrea Kota Makassar. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan observasional analitik komparatif. Sampel berjumlah 40 ibu yang memiliki bayi usia 0–6 bulan yang dipilih dengan teknik purposive sampling, terdiri dari 20 kelompok intervensi yang mendapatkan konseling menyusui saat hamil sebanyak dua kali dan 20 kelompok kontrol yang tidak mendapatkan konseling. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner mengenai karakteristik responden, praktek IMD, dan praktek pemberian ASI. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok intervensi ibu yang melakukan IMD sebanyak 25,0% sedangkan pada kelompok kontrol hanya 5,0%. Hasil uji statistik menunjukkan tidak terdapat pengaruh konseling terhadap pelaksanaan IMD (p=0,077). Pada praktek pemberian ASI, sebagian besar responden memberikan ASI pada kedua kelompok intervensi maupun kontrol dengan hasil uji statistik menunjukkan tidak terdapat pengaruh konseling terhadap pemberian ASI (p=0,667). Disarankan agar ibu meningkatkan kesiapan menyusui sejak masa kehamilan serta mempertahankan pemberian ASI setelah persalinan. Konseling menyusui juga perlu dilakukan secara berkelanjutan sejak masa kehamilan hingga setelah persalinan. Kata Kunci : ASI, Inisiasi Menyusu Dini, Konseling Menyusui

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Q Science > QN Nutrition
Divisions: Poltekkes Kemenkes Makassar > Jurusan Gizi
Depositing User: Elsi Elsi Premiwati
Date Deposited: 27 Aug 2026 03:36
Last Modified: 27 Aug 2026 03:36
URI: https://repositorynew.poltekkes-mks.ac.id/id/eprint/2560

Actions (login required)

View Item View Item
Katalog SLiMS Web Analytics