FAKTOR RISIKO PENYEBAB TERJADINYA STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUDIANG

NURWAQIAH FITRIYAH, DWI (2026) FAKTOR RISIKO PENYEBAB TERJADINYA STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUDIANG. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Makassar.

[img] Text
MANUSKRIP DWI NURWAQIAH FITRIYAH.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (313kB)
[img] Text
SKRIPSI DWI NURWAQIAH FITRIYAH 44.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)
[img] Text
TURNITIN SKRIPSI DWI NURWAQIAH FITRIYAH.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (5MB)

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang ditandai dengan tinggi badan menurut umur berada di bawah standar (z-score < -2 SD). Data di wilayah kerja Puskesmas Sudiang menunjukkan bahwa jumlah balita yang mengalami stunting pada tahun 2025 sebanyak 294 balita. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Sudiang, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar. Metode penelitian yang digunakan adalah survei analitik dengan desain case control retrospektif. Kelompok kasus merupakan balita yang mengalami stunting dan kelompok kontrol adalah balita yang tidak mengalami stunting. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling pada balita usia 24–59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Sudiang yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data status imunisasi, berat badan lahir, dan pemberian ASI eksklusif diambil dari Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Analisis data menggunakan uji Chi�Square dan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berat badan lahir memiliki hubungan signifikan dengan kejadian stunting (p = 0,032; OR = 2,361), sedangkan status imunisasi (p = 0,238) dan pemberian ASI eksklusif (p = 0,754) tidak berhubungan signifikan dengan kejadian stunting. Analisis regresi logistik menunjukkan bahwa berat badan lahir menjadi faktor yang paling berpengaruh terhadap kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Sudiang. Pencegahan stunting perlu dilakukan sejak masa kehamilan melalui pemantauan kesehatan ibu, pemenuhan gizi, dan peningkatan pelayanan kesehatan. Tenaga kesehatan diharapkan meningkatkan edukasi kepada ibu hamil tentang pentingnya gizi dan pemeriksaan kehamilan rutin untuk mencegah berat badan lahir rendah. Kata kunci : ASI eksklusif, balita, berat badan lahir, imunisasi, stunting.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Q Science > QN Nutrition
Divisions: Poltekkes Kemenkes Makassar > Jurusan Gizi
Depositing User: Elsi Elsi Premiwati
Date Deposited: 27 Aug 2026 02:11
Last Modified: 27 Aug 2026 02:11
URI: https://repositorynew.poltekkes-mks.ac.id/id/eprint/2537

Actions (login required)

View Item View Item
Katalog SLiMS Web Analytics