DETEKSI DINI DIABETES MELITUS TIPE II BERDASARKAN NILAI INDEKS MASSA TUBUH PADA MAHASISWA JURUSAN TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIS POLTEKKES KEMENKES MAKASSAR

POWIWI, NOVELIN KAPRIYANKA (2025) DETEKSI DINI DIABETES MELITUS TIPE II BERDASARKAN NILAI INDEKS MASSA TUBUH PADA MAHASISWA JURUSAN TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIS POLTEKKES KEMENKES MAKASSAR. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Makassar.

[img] Text
NOVELIN KAPRIYANKA POWIWI_TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIS (2) - Novelin Kapriyanka Powiwi.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)
[img] Text
NOVELIN KAPRIYANKA POWIWI_TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIS - Novelin Kapriyanka Powiwi (1).pdf

Download (367kB)
[img] Text
NOVELIN KAPRIYANKA POWIWI_TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIS - Novelin Kapriyanka Powiwi.pdf

Download (9MB)

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 (DMT2) merupakan penyakit kronis yang prevalensinya terus meningkat, termasuk pada usia muda. Salah satu faktor risikonya adalah kelebihan berat badan yang dapat diketahui melalui nilai indeks massa tubuh (IMT). Deteksi dini DMT2 menjadi penting untuk mencegah komplikasi serius. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara IMT ≥ 23 kg/m² dengan kadar glukosa darah puasa sebagai upaya deteksi dini risiko DMT2 pada mahasiswa Jurusan Teknologi Laboratorium Medis Poltekkes Kemenkes Makassar. Jenis penelitian ini merupakan jenis deskriptif dengan desain observasional analitik dan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Kimia Klinik Jurusan Teknologi Laboratorium Medis Poltekkes Kemenkes Makassar, dengan populasi sampel sebanyak 31 orang. Teknik pengambilan sampel penelitian dengan menggunakan teknik purposive sampling. Data primer diperoleh dari kuesioner dan pemeriksaan berat dan tinggi badan, serta pemeriksaan glukosa darah puasa menggunakan alat POCT autocheck. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara indeks massa tubuh dengan glukosa darah puasa karena hasil uji korelasi Spearman menunjukkan nilai p-value sebesar 0,68 (p > 0,05) dan koefisien korelasi (r) sebesar –0,077, maka dari itu hipotesis nol tidak ditolak dan dapat disimpulkan bahwa IMT merupakan faktor yang tidak berpengaruh langsung terhadap peningkatan kadar glukosa darah puasa dalam penelitian ini yang dapat menyebabkan diabetes melitus tipe 2. Oleh karena itu, bagi mahasiswa disarankan untuk tetap menjaga pola makan sehat dan rutin melakukan aktivitas fisik guna mencegah risiko prediabetes.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: R Medicine > RR Medical Laboratory Technology
Divisions: Poltekkes Kemenkes Makassar > Jurusan Teknologi Laboratorium Medis
Depositing User: Elsi Elsi Premiwati
Date Deposited: 10 Aug 2026 04:07
Last Modified: 10 Aug 2026 04:07
URI: https://repositorynew.poltekkes-mks.ac.id/id/eprint/2445

Actions (login required)

View Item View Item
Katalog SLiMS Web Analytics