PERBANDINGAN HASIL UJI WIDAL METODE SLIDE DAN UJI DIAGNOSTIK TUBEX DENGAN HITUNG JUMLAH ERITROSIT PADA PENDERITA DEMAM TYPHOID

HANDIKA, HANDIKA (2025) PERBANDINGAN HASIL UJI WIDAL METODE SLIDE DAN UJI DIAGNOSTIK TUBEX DENGAN HITUNG JUMLAH ERITROSIT PADA PENDERITA DEMAM TYPHOID. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Makassar.

[img] Text
HANDIKA_TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIS_SKRIPSI - Handika “Dik” (1).pdf
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)
[img] Text
HANDIKA_TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIS_JURNAL - Handika “Dik” (1).pdf

Download (519kB)
[img] Text
HANDIKA_TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIS_TURNITIN SKRIPSI - Handika “Dik” (1).pdf

Download (4MB)

Abstract

Demam typhoid merupakan penyakit yang terjadi karena infeksi bakteri Salmonella typhi atau Salmonella paratyphi. Salah satu cara screening hematologi untuk mengetahui indikasi anemia pada demam typhoid melalui biomarker hitung jumlah eritrosit. Diagnosis demam typhoid dapat menggunakan metode pemeriksaan widal slide dan tubex yang memiliki kelebihan yang berbeda dalam diagnosis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan hasil uji widal metode slide dan uji diagnostik tubex dengan hubungan terhadap hasil hitung jumlah eritrosit pada penderita demam typhoid. Desain penelitian deskriptif serta cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 23 sampel yang memenuhi kriteria inklusi penelitian. Data hasil penelitian diolah menggunakan uji statistik MC Nemar untuk melihat perbandingan hasil uji widal metode slide dan tubex dan uji korelasi Rank Spearman untuk megetahui hubungan dari hasil widal metode slide dan tubex terhadap jumlah eritrosit. Hasil penelitian diperoleh bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan antara hasil pemeriksaan thypoid menggunakan widal metode slide dan tubex dengan nilai p=0,125 (p>0.05), tidak terdapat hubungan yang signifikan antara hasil widal O, H, dan AH dengan jumlah eritrosit dengan nilai p=0,130; p=0,155; p=0,333 (p>0.05), terdapat hubungan yang signifikan antara hasil widal BH dengan jumlah eritrosit dengan nilai p=0,030 (p<0.05), dan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara hasil tubex dengan jumlah eritrosit pada penderita demam typhoid dengan nilai p=0,823 (p>0.05), sehingga dapat disimpulkan bahwa pemeriksaan widal metode slide dan tubex dapat menjadi biomarker potensial dalam diagnosis demam typhoid, sedangkan pemeriksaan hitung jumlah eritrosit tidak disarankan menjadi biomarker potensial untuk pemeriksaan laboratorium pada penderita demam typhoid yang dapat berisiko komplikasi hematologi.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: R Medicine > RR Medical Laboratory Technology
Divisions: Poltekkes Kemenkes Makassar > Jurusan Teknologi Laboratorium Medis
Depositing User: Elsi Elsi Premiwati
Date Deposited: 10 Aug 2026 04:05
Last Modified: 10 Aug 2026 04:05
URI: https://repositorynew.poltekkes-mks.ac.id/id/eprint/2406

Actions (login required)

View Item View Item
Katalog SLiMS Web Analytics