SARI, DEVI INDRIA (2025) ANALISIS HASIL PEMERIKSAAN C-REACTIVE PROTEIN DAN PROKALSITONIN BERDASARKAN DERAJAT KLINIS PADA PENDERITA PNEUMONIA. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Makassar.
|
Text
DEVI INDRIA SARI_ TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIS - Devi Indria sari.pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
|
|
Text
DEVI INDRIA SARI_TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIS - Devi Indria sari.pdf Download (424kB) |
|
|
Text
DEVI INDRIA SARI_TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIS (2) - Devi Indria sari.pdf Download (8MB) |
Abstract
Penderita pneumonia dapat mengalami peradangan dan penumpukan cairan di alveolus serta berisiko tinggi menyebabkan terjadi komplikasi berat. Tingkat keparahan penyakit pneumonia dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti jenis kelamin, usia dan derajat klinis, karena perbedaan hormon dan respon imun tubuh dalam melawan infeksi. Biomarker pemeriksaan untuk menilai Tingkat keparahan penyakit pneumonia yaitu C-reactive protein (CRP) dan Prokalsitonin (PCT). CRP dan PCT merupakan biomarker sensitif untuk menilai tingkat inflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan hasil pemeriksaan C- Reactive Protein dan Prokalsitonin berdasarkan derajat klinis pada penderita pneumonia. Jenis penelitian merupakan penelitian deskriptif menggunakan pendekatan observasional analitik. Penelitian dilakukan pada tanggal 23 mei sampai 07 juni 2025, dengan Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Pengumpulan dan pemeriksaan sampel dilakukan di Laboratorium RSUP. Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar sebanyak 24 sampel penderita pneumonia yang memenuhi kriteria penelitian. Hasil penelitian diperoleh penderita pneumonia menunjukan peningkatan kadar CRP dan PCT (100%). Dilakukan uji statistik menggunakan spearman untuk mengetahui korelasi setiap variabel diperoleh hasil menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kadar CRP dan kadar PCT p=0,029 (< 0,05). Namun, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara kadar CRP dengan derajat klinis nilai p=0,765 (> 0,1), maupun kadar PCT dengan derajat klinis nilai p=0,660 (> 0,1). Sehingga dapat disimpulkan, Penderita pneumonia memiliki korelasi yang singnifikan dengan kadar CRP dan PCT. Sedangkan untuk korelasi kadar CRP dan PCT terhadap derajat klinis tidak memiliki korelasi yang signifikan. Sehingga disarankan untuk penelitian selanjutnya agar dapat mengontrol status komorbid, Tingkat keparahan penderita, serta variabel lain yang dapat mempengaruhi konsentrasi hasil pemeriksaan CRP dan PCT.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RR Medical Laboratory Technology |
| Divisions: | Poltekkes Kemenkes Makassar > Jurusan Teknologi Laboratorium Medis |
| Depositing User: | Elsi Elsi Premiwati |
| Date Deposited: | 10 Aug 2026 04:04 |
| Last Modified: | 10 Aug 2026 04:04 |
| URI: | https://repositorynew.poltekkes-mks.ac.id/id/eprint/2394 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

