PERBEDAAN F UNGSI GINJ AL PADA PENDERIT A TUBERKULOSIS PARU ANTARA KASUS BARU DAN DENGAN RIWAYAT PENGOBATAN SEBELUMNYA

DUHA, BULQIS SYAL (2025) PERBEDAAN F UNGSI GINJ AL PADA PENDERIT A TUBERKULOSIS PARU ANTARA KASUS BARU DAN DENGAN RIWAYAT PENGOBATAN SEBELUMNYA. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Makassar.

[img] Text
Bulqis Syal Duha_Teknologi Laboratorium Medis - Bi.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)
[img] Text
Bulqis Syal Duha_Teknologi Laboratorium Medis - Bi.pdf

Download (1MB)
[img] Text
Bulqis Syal Duha_Teknologi Laboratorium Medis - Bi.pdf

Download (8MB)

Abstract

Pengobatan tuberkulosis (TBC) menggunakan Obat Anti Tuberkulosis (OAT), di mana beberapa jenisnya seperti rifampisin diketahui memiliki efek nefrotoksik yang dapat merusak sel-sel ginjal. Risiko terjadinya kerusakan ginjal akut lebih tinggi pada pasien yang menerima pengobatan ulang rifampisin, meskipun kondisi ini juga dapat dialami oleh pasien yang baru memulai terapi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan fungsi ginjal, meliputi kadar ureum, kreatinin dan estimasi laju filtrasi glomerulus (e-GFR), antara pasien tuberkulosis paru kasus baru dan pasien dengan riwayat pengobatan sebelumnya. Desain penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional serta analisis statistik menggunakan uji Mann- Whitney U. Penelitian dilaksanakan pada 3 Maret hingga 4 Juni 2025, dengan pengambilan sampel di Puskesmas Kassi-Kassi, Jumpandang Baru dan Mamajang Kota Makassar. Pemeriksaan fungsi ginjal dilakukan di Laboratorium Kimia Klinik Jurusan Teknologi Laboratorium Medis Poltekkes Kemenkes Makassar. Hasil menunjukkan adanya perbedaan signifikan pada kadar kreatinin (p=0,018) dan e-GFR (p<0,001), sementara kadar ureum tidak menunjukkan perbedaan yang bermakna antar kedua kelompok. Dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan signifikan pada parameter kreatinin dan e-GFR antara kelompok kasus baru dan kelompok dengan riwayat pengobatan, namun tidak terdapat perbedaan signifikan pada kadar ureum. Oleh karena itu, disarankan agar pemeriksaan fungsi ginjal dilakukan secara berkala pada pasien tuberkulosis paru selama menjalani terapi OAT.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: R Medicine > RR Medical Laboratory Technology
Divisions: Poltekkes Kemenkes Makassar > Jurusan Teknologi Laboratorium Medis
Depositing User: Elsi Elsi Premiwati
Date Deposited: 10 Aug 2026 04:04
Last Modified: 10 Aug 2026 04:04
URI: https://repositorynew.poltekkes-mks.ac.id/id/eprint/2388

Actions (login required)

View Item View Item
Katalog SLiMS Web Analytics