TINJAUAN HASIL PEMERIKSAAN SERUM GLUTAMIC OXALOACETIC TRANSAMINASE DAN SERUM GLUTAMIC PYRUVIC TRANSAMINASE PADA PENDERITA CORONAVIRUS DISEASE 2019 DITINJAU DARI JENIS KELAMIN DAN KLASIFIKASI UMUR

FATIKA, ASTRI (2025) TINJAUAN HASIL PEMERIKSAAN SERUM GLUTAMIC OXALOACETIC TRANSAMINASE DAN SERUM GLUTAMIC PYRUVIC TRANSAMINASE PADA PENDERITA CORONAVIRUS DISEASE 2019 DITINJAU DARI JENIS KELAMIN DAN KLASIFIKASI UMUR. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Makassar.

[img] Text
Astri Fatika_Teknologi Laboratorium Medis. - Astri Fatika.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img] Text
Astri Fatika_Teknologi Laboratorium Medis (3) - Astri Fatika.pdf

Download (10MB)
[img] Text
Astri Fatika_Teknologi Laboratorium Medis - Astri Fatika.pdf

Download (749kB)

Abstract

Tingkat keparahan penyakit Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) dapat dipengaruhi oleh faktor jenis kelamin dan umur, karena perbedaan hormon dan respons imun tubuh dalam melawan infeksi. Aktivasi imun yang berlebihan dapat memicu badai sitokin, menyebabkan inflamasi sistemik, kerusakan organ termasuk hati, serta berujung pada komplikasi berat seperti Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS) hingga kematian. Untuk menilai kerusakan hati, pemeriksaan enzim Serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase (SGOT) dan Serum Glutamic Pyruvic Transaminase (SGPT) digunakan sebagai biomarker klinis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi hasil pemeriksaan SGOT dan SGPT terhadap jenis kelamin dan klasifikasi umur pada penderita COVID-19. Penelitian ini merupakan studi deskriptif kuantitatif dengan pendekatan data sekunder yang dilakukan pada 16 Mei hingga 16 Juni 2025 melalui teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sebanyak 150 data yang diperoleh dari Instalasi Rekam Medis dan Laboratorium RSKD Dadi Provinsi Sulawesi Selatan. Hasil penelitian diperoleh penderita COVID-19 yang melakukan pemeriksaan SGOT dan SGPT terbanyak perempuan sebanyak 84 orang (56%) dengan klasifikasi umur terbanyak yaitu 19-39 tahun sebanyak 52 orang (34,7%), untuk hasil pemeriksaan SGOT dan SGPT didapatkan terbanyak dalam batas normal yaitu sebanyak 94 orang (62,7%) dan 120 orang (80,0%). Kemudian dilakukan uji statistik menggunakan uji spearman untuk mengetahui korelasi setiap variabel didapatkan hasil bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara hasil pemeriksaan SGOT dengan klasifikasi umur nilai p=0,008 (p=<0,05) akan tetapi tidak terdapat hubungan yang sginifikan terhadap jenis kelamin nilai p=0,872 (p=>0,05) sedangkan untuk hasil pemeriksaan SGPT tidak terdapat hubungan yang signifikan terhadap jenis kelamin dan klasifikasi umur nilai p=0,633 dan p=0,117 (p=>0,05). Penelitian ini menyimpulkan bahwa klasifikasi umur berpengaruh terhadap kadar SGOT pada penderita COVID-19. Penelitian lanjutan disarankan untuk mempertimbangkan variabel tambahan seperti komorbiditas dan tingkat keparahan.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: R Medicine > RR Medical Laboratory Technology
Divisions: Poltekkes Kemenkes Makassar > Jurusan Teknologi Laboratorium Medis
Depositing User: Elsi Elsi Premiwati
Date Deposited: 10 Aug 2026 04:03
Last Modified: 10 Aug 2026 04:03
URI: https://repositorynew.poltekkes-mks.ac.id/id/eprint/2382

Actions (login required)

View Item View Item
Katalog SLiMS Web Analytics