AFIFAH, AINUN (2025) ANALISIS HASIL PEMERIKSAAN PROTHROMBIN TIME (PT) DAN ACTIVATED PARTIAL THROMBOPLASTIN TIME (APTT) PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE II. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Makassar.
|
Text
AINUN AFIFAH_TLM - Ainun Afifah.pdf Restricted to Repository staff only Download (5MB) |
|
|
Text
AINUN AFIFAH_Teknologi Laboratorium Medis - Ainun Afifah (1).pdf Download (385kB) |
|
|
Text
AINUN AFIFAH - Teknologi Laboratorium Medis_compressed - Ainun Afifah.pdf Download (8MB) |
Abstract
Diabetes melitus tipe II merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan gangguan sekresi insulin dan resistensi insulin, yang dapat memengaruhi sistem koagulasi tubuh. Salah satu komplikasi yang sering terjadi adalah hiperkoagulasi, yang meningkatkan risiko tromboemboli dan penyakit kardiovaskular. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh diabetes melitus tipe II terhadap hasil pemeriksaan Prothrombin Time (PT) dan Activated Partial Thromboplastin Time (APTT). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan cross-sectional, dilakukan di Laboratorium Hematologi Jurusan Teknologi Laboratorium Medis Poltekkes Kemenkes Makassar dengan sampel dari RSUD Labuang Baji dan RSU Wisata UIT. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah 28 responden, dan pelaksanaan penelitian berlangsung pada tanggal 16 Mei hingga 4 Juni 2025. Hasil menunjukkan distribusi jenis kelamin yang seimbang, yakni 14 laki-laki (50%) dan 14 perempuan (50%). Berdasarkan usia, mayoritas responden berada pada rentang usia 31–36 tahun (28,6%). Hasil pemeriksaan PT menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami waktu pembekuan memanjang (64,3%), sedangkan 35,7% memiliki nilai PT normal. Tidak ditemukan hasil PT yang memendek. Hasil APTT menunjukkan bahwa 92,9% responden memiliki nilai normal, dan hanya 7,1% mengalami perpanjangan APTT. Tidak ditemukan hasil APTT yang memendek. Hasil uji Chi-Square menunjukkan tidak adanya hubungan yang signifikan antara diabetes melitus tipe II terhadap hasil PT (p=1,000, p > 0,05) dan APTT (p=0,206, p > 0,05). Disarankan untuk peneliti selanjutnya sebaiknya mencakup pemeriksaan laboratorium tambahan seperti kadar fibrinogen, faktor VII, VIII, dan PAI-1 untuk mengevaluasi lebih dalam sistem koagulasi.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RR Medical Laboratory Technology |
| Divisions: | Poltekkes Kemenkes Makassar > Jurusan Teknologi Laboratorium Medis |
| Depositing User: | Elsi Elsi Premiwati |
| Date Deposited: | 05 Aug 2026 01:33 |
| Last Modified: | 05 Aug 2026 01:33 |
| URI: | https://repositorynew.poltekkes-mks.ac.id/id/eprint/2242 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

