GAMBARAN KADAR GLUKOSA DARAH METODE POINT OF CARE TESTING UNTUK DETEKSI DIABETES MELITUS PADA PEROKOK AKTIF BERDASARKAN LAMA MEROKOK DI KECAMATAN PASIMARANNU KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR

NOER, AFRIANA AR (2025) GAMBARAN KADAR GLUKOSA DARAH METODE POINT OF CARE TESTING UNTUK DETEKSI DIABETES MELITUS PADA PEROKOK AKTIF BERDASARKAN LAMA MEROKOK DI KECAMATAN PASIMARANNU KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Makassar.

[img] Text
Afriana Ar Noer_TLM - Afriana Ar Noer.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)
[img] Text
Afriana Ar Noer_TLM - Afriana Ar Noer.pdf

Download (7MB)
[img] Text
Afriana Ar Noer_TLM - Afriana Ar Noer (1).pdf

Download (220kB)

Abstract

Perokok aktif yang merokok setiap hari dalam jangka waktu minimal enam bulan dapat menimbulkan berbagai dampak bagi kesehatan, salah satunya adalah gangguan pada sistem respirasi. Asap rokok yang mengandung nikotin dapat mengganggu metabolisme glukosa dalam darah yang dapat memperburuk resistensi insulin pada perokok aktif dan meningkatkan resiko sindrom metabolik yang memengaruhi fungsi sel beta pankreas. Ketika produksi insulin tidak lagi dapat mengimbangi resistensi insulin, maka kadar glukosa darah akan meningkat dan penurunan fungsi sel beta semakin cepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kagar glukosa darah metode Point of Care Testing (POCT) untuk deteksi diabetes melitus pada perokok aktif berdasarkan lama merokok. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan desain observasional analitik laboratorium menggunakan pendekatan cross sectional, dengan jumlah sampel sebanyak 38 sampel yang memenuhi kriteria penelitian. Proses penelitian dilakukan di rumah responden di Desa Lambego, Kecamatan Pasimarannu, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan pada 02-05 Juni 2025. Diperoleh hasil pemeriksaan kadar glukosa darah terbanyak berada dalam batas normal yaitu sebesar 71,1%, sedangkan hasil kadar glukosa meningkat sebesar 28,9%. kemudian berdasarkan lama merokok didapatkan hasil terbanyak >20 tahun dengan kadar glukosa darah dalam batas normal sebesar 28,9 % dan meningkat sebesar 13,2%, dan tidak ditemukan hasil kadar glukosa darah menurun. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang siginifikan secara statistik antara lama merokok terhadap kadar glukosa darah sewaktu pada perokok aktif. Disarankan pada peneliti selanjutnya untuk terus mengembangkan penelitian terkait kadar glukosa darah pada perokok aktif menggunakan alat spektrofotometer yang merupakan gold standard pemeriksaan kadar glukosa darah untuk mendapatkan hasil yang lebih representatif.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: R Medicine > RR Medical Laboratory Technology
Divisions: Poltekkes Kemenkes Makassar > Jurusan Teknologi Laboratorium Medis
Depositing User: Elsi Elsi Premiwati
Date Deposited: 05 Aug 2026 01:21
Last Modified: 05 Aug 2026 01:21
URI: https://repositorynew.poltekkes-mks.ac.id/id/eprint/2236

Actions (login required)

View Item View Item
Katalog SLiMS Web Analytics