ASUHAN KEBIDANAN KEHAMILAN PADA KASUS ANEMIA RINGAN DENGAN MELIBATKAN PERAN SUAMI DI TPMB RENNI YULIATI KOTA MAKASSAR 19 FEBRUARI 2023 - 04 MARET 2023

RISMA DWI ANI, RISMA DWI ANI (2023) ASUHAN KEBIDANAN KEHAMILAN PADA KASUS ANEMIA RINGAN DENGAN MELIBATKAN PERAN SUAMI DI TPMB RENNI YULIATI KOTA MAKASSAR 19 FEBRUARI 2023 - 04 MARET 2023. Diploma thesis, Politeknik Kesehatan Makassar.

[img] Text
RISMA DWI ANI.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Kehamilan merupakan suatu proses yang bersifat fisiologis pada wanita, akan tetapi bisa berubah menjadi patologis jika tidak ditangani dengan tepat. Begitu pula dengan kejadian anemia yang terjadi pada ibu hamil, di mana setiap ibu hamil mengalami pengenceran darah (hemodelusi) yang mengakibatkan penurunan kadar hemoglobin pada ibu hamil. Anemia pada dasarnya merupakan masalah nasional dan juga terjadi di seluruh dunia. Di Indonesia, anemia dalam kehamilan didefenisikan sebagai suatu keadaan di mana tubuh ibu memiliki jumlah eritrosit (sel darah merah) yang terlalu sedikit, yang mana sel darah merah tersebut mengandung hemoglobin yang fungsinya untuk membawa oksigen ke seluruh jaringan tubuh (Jurnal Nurfitrah,dkk, 2022). Selain itu, ibu hamil dapat dikatakan anemia apabila kadar Hb pada ibu hamil <11 g/dl (Jurnal Virnia,dkk,2022). Salah satu faktor penyebab anemia dalam kehamilan menurut Ahmed et al., (2021) dalam penelitiannya mengungkapkan faktor risiko anemia pada ibu hamil yaitu umur ibu hamil, pendapatan keluarga, paritas, frekuensi Antenatal Care (ANC), frekuensi konsumsi tablet Fe, 2 frekuensi konsumsi daging dan sayuran harian selama kehamilan (Jurnal Odi, dkk 2022).paya pencegahan anemia dalam kehamilan dapat dilakukan dengan meningkatkan pengetahuan dan merubah sikap menjadi positif melalui edukasi tentang asupan gizi yang cukup selama kehamilan melakukan pemeriksaan Hb pada trimester I dan III, serta mengonsumsi tablet tambah darah (TTD). Hal ini juga didukung oleh program pemerintah Indonesia untuk mencegah anemia pada ibu hamil yaitu ibu hamil diharapkan mengonsumsi tablet tambah darah (TTD) minimal 90 tablet selama kehamilan (Jurnal Putu,dkk,2022).Untuk mengoptimalkan pencegahan anemia pada ibu hamil maka perlu untuk melibatkan peran keluarga terutama suami. Keterlibatan keluarga dan suami sejak awal masa kehamilan, sudah pasti akan mempermudah dan meringankan pasangan dalam menjalani dan mengatasi berbagai perubahan yang terjadi pada tubuhnya, karena kehamilan bukan hanya tanggung jawab perempuan tetapi tanggung jawab keluarga terutama suami (Walyani,2020). Di mana pada aspek keterlibatan suami (peran) dalam menjalankan peran domestik dikeluarga, bahwa 60% suami ikut membantu ibu hamil dalam melaksanakan peran domestik/pekerjaan rumah tangga (Jurnal Nurun,dkk,2019). Peran suami juga didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Khairuni et al., (2019) yang menemukan bahwa suami mendukung kehamilan istrinya dengan menemaninya ke pelayanan ANC sebesar 41,3%. Dukungan semacam ini sangat penting karena partisipasi suami dalam kehamilan istri diyakini sebagai langkah penting untuk meningkatkan status kesehatan ibu (Darmawati et al.,2022 dalam Jurnal Fijri 2022)

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: R Medicine > RY Midwifery
Divisions: Poltekkes Kemenkes Makassar > Jurusan Kebidanan
Depositing User: Mahyuni Mahyuni Yunus
Date Deposited: 28 Apr 2026 07:52
Last Modified: 28 Apr 2026 07:52
URI: http://repositorynew.poltekkes-mks.ac.id/id/eprint/1768

Actions (login required)

View Item View Item