Penatalaksanaan Fisioterapi pada Gangguan Fungsional Lengan Akibat Post Open Reduction Internal Fixation (ORIF) Fraktur Humerus di RS Bhayangkara Makassar

JUWITA, JUWITA (2024) Penatalaksanaan Fisioterapi pada Gangguan Fungsional Lengan Akibat Post Open Reduction Internal Fixation (ORIF) Fraktur Humerus di RS Bhayangkara Makassar. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Makassar.

[img] Text
KTI-JUWITA 017.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (5MB)

Abstract

Post ORIF Fraktur Humerus sering menimbulkan problem keterbatasan gerak dan kelemahan otot. Keterbatasan gerak paling sering terjadi pada elbow, diikuti pada shoulder dan wrist; kelemahan otot sering terjadi pada biceps brachii dan triceps brachii, diikuti oleh otot rotator cuff, serta fleksor dan ekstensor wrist. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penatalaksanaan fisioterapi dengan Infra Red (IR), Mobilisasi Sendi, dan Strengthening Exercise pada Post ORIF Fraktur Humerus. Jenis penelitian adalah studi kasus, dilaksanakan di RS Bhayangkara Makassar dengan sampel sebanyak 1 orang. Pengumpulan data diperoleh melalui pengukuran nyeri dengan Visual Analog Scale (VAS), keterbatasan ROM dengan goniometer, kelemahan otot dengan Manual Muscle Testing (MMT), dan pengukuran kemampuan fungsional dengan Disabilities of the Arm, Shoulder and Hand (DASH). Hasil pemeriksaan fisioterapi didapatkan diagnose yaitu “nyeri, keterbatasan gerak, kelemahan otot, dan keterbatasan aktivitas fungsional akibat Post ORIF Fraktur Humerus. Intervensi yang diberikan sesuai problematik yang didapatkan adalah Infra Red (IR), Mobilisasi Sendi, dan Strengthening Exercise, diberikan sebanyak 8 kali intervensi. Setelah 8 kali terapi; didapatkan adanya penurunan nyeri gerak dari 5 menjadi 2,2 dan nyeri tekan dari 3,6 menjadi 0, terjadi peningkatan ROM aktif fleksi shoulder dari 130⁰ menjadi 168⁰, ROM pasif fleksi shoulder dari 131⁰ menjadi 170⁰, ROM aktif abduksi dari 120⁰ menjadi 160⁰, ROM pasif abduksi 120⁰ menjadi 162⁰, ROM aktif internal rotasi-eksternal rotasi dari R: 60⁰-0⁰-32⁰ menjadi R: 90⁰-0⁰-60⁰, ROM pasif internal rotasi-eksternal rotasi dari R: 62⁰-0⁰-32⁰ menjadi R: 90⁰-0⁰-60⁰. ROM aktif ekstensi-fleksi elbow dari S: 0⁰-30⁰-90⁰ menjadi R: 0⁰-0⁰-148⁰, ROM pasif ekstensi-fleksi elbow dari S: 0⁰-30⁰-90⁰ menjadi S: 0⁰-0⁰- 150⁰, ROM aktif supinasi dari 64⁰ menjadi 80⁰, ROM pasif supinasi dari 66⁰ menjadi 80⁰. ROM aktif dorsofleksi dari 30⁰ menjadi 36⁰, ROM pasif dorsofleksi dari 32⁰ menjadi 50⁰. ROM aktif radial deviasi dari 8⁰ menjadi 20⁰, ROM pasif radial deviasi dari 10⁰ menjadi 20⁰. Terjadi peningkatan kekuatan otot pada otot rotator cuff, otot biceps brachii, otot triceps brachii, otot pronator quadratus, otot pronator teres dari nilai otot 3+ menjadi 5, kemudian terjadi perbaikan kemampuan fungsional. Kesimpulan penelitian ini adalah penatalaksanaan fisioterapi dengan Infra Red (IR), Mobilisasi Sendi, dan Strengthening Exercise dapat menghasilkan penurunan nyeri, peningkatan ROM, peningkatan kekuatan otot, dan perbaikan aktivitas fungsional pada pasien post ORIF fraktur humerus.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: R Medicine > RP Physiotherapy
Divisions: Poltekkes Kemenkes Makassar > Jurusan Fisioterapi
Depositing User: Unnamed user with email hasnawati@poltekkes-mks.ac.id
Date Deposited: 26 May 2026 06:03
Last Modified: 26 May 2026 06:03
URI: http://repositorynew.poltekkes-mks.ac.id/id/eprint/1447

Actions (login required)

View Item View Item