SAPUTRI, ILMA (2024) Penatalksanaan Fisioterapi Pada Gangguan Fungsional Lutut Akibat Post ORIF Fraktur Femur di RSAD TK.II Pelamonia. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Makassar.
|
Text
KTI ILMA SAPUTRI PO.71.3.241.21.1.016.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Post ORIF Fraktur Femur sering menimbulkan keterbatasan gerak dan kelemahan otot. Keterbatasan gerak paling sering terjadi pada knee, diikuti pada hip; kelemahan otot sering terjadi pada fleksor hip, ekstensor hip, abduktor hip, fleksor knee dan ekstensor knee. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penatalksanaan fisioterapi dengan Ultrasound (US), Mobilisasi Sendi, Heel Slide Exercise, dan Strengthening Exercise pada Post ORIF Fraktur Femur. Jenis penelitian ini adalah studi kasus, dilaksanakan di RSAD TK.II Pelamonia dengan sampel sebanyak 1 orang. Pengumpulan data diperoleh melalui pengukuran nyeri dengan Visual Analog Scale (VAS), keterbatasan ROM dengan goniometer, kelemahan otot dengan Manual Muscle Testing (MMT), dan pengukuran kemampuan fungsional dengan Western Ontario and McMaster Universities Osteoartritis Index (WOMAC). Hasil pemeriksaan fisioterapi didapatkan diagnosa yaitu ”nyeri, keterbatasan gerak, kelemahan otot, dan gangguan fungsional berjalan akibat Post ORIF Fraktur Femur. Intervensi yang diberikan sesuai problematik yang didapatkan adalah Ultrasound (US), Mobilisasi Sendi, Heel Slide, dan Strenghtening Exercise, diberikan sebanyak 8 kali intervensi. Setelah 8 kali terapi; didapatkan adanya penurunan nyeri gerak dari 7 menjadi 2,5, nyeri tekan dari 4 menjadi 1 dan nyeri diam dari 7 menjadi 2,5. Terjadi peningkatan ROM aktif fleksi-ektensi hip dari S : 5°-0°-20° menjadi 15°-0°-75°, ROM pasif fleksi- ektensi hip dari S : 5°-0°-45° menjadi S : 20°-0°-90°, ROM aktif abduksi-adduksi hip dari F : 15°-0°-10° menjadi F : 35°-0°-25°, ROM pasif abduksi-adduksi hip dari F : 25°-0°-15° menjadi F : 40°-0°-30°, ROM aktif eksternal rotasi hip-internal rotasi hip dari R : 10°-0°-10° menjadi 45°-0°-45°, ROM pasif eksternal rotasi hip- internal rotasi hip dari R : 15°-0°-15° menjadi 40°-0°-35°, ROM aktif fleksi- ektensi knee dari S : 5°-0°-10° menjadi S : 0°-0°60°, ROM pasf fleksi-ektensi knee dari S : 5°-0°-30° menjadi S : 0°-0°65°. Terjadi peningkatan kekuatan otot pada otot fleksor hip dari 2 menjadi 4, otot ektensor hip dari 3 menjadi 5, otot abduktor hip dari 3 menjadi 5, otot fleksor knee dari 2+ menjadi 5, otot ekstensor knee dari 2 menjadi 5. Kemudian terjadi perbaikan kemampuan fungsional. Kesimpulan penelitian ini adalah Penatalaksanaan fisioterapi dengan Ultrasound (US), Mobilisasi Sendi, Heel Slide Exercise, Strengthening Exercise dapat menghasilkan penurunan nyeri, peningkatan ROM, peningkatan kekuatan otot, dan perbaikan kemampuan fungsional pada pasien post ORIF fraktur femur.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RP Physiotherapy |
| Divisions: | Poltekkes Kemenkes Makassar > Jurusan Fisioterapi |
| Depositing User: | Unnamed user with email hasnawati@poltekkes-mks.ac.id |
| Date Deposited: | 11 May 2026 00:59 |
| Last Modified: | 11 May 2026 00:59 |
| URI: | http://repositorynew.poltekkes-mks.ac.id/id/eprint/1426 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
