AWALINDA PRATIW, WIDYA (2024) KARAKTERISTIK HASIL PEMERIKSAAN ASAM URAT METODE POINT OF CARE TESTING PADA PETANI DI DESA MATTAMPAWALIE KECAMATAN LAPPARIAJA KABUPATEN BONE. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Makassar.
|
Text
KTI WIDYA AWALINDA PRATIWI NEW.pdf Restricted to Repository staff only Download (5MB) |
|
|
Text
JURNAL_048_WIDYA AWALINDA PRATIWI.pdf Download (214kB) |
|
|
Text
TURNITIN_048_WIDYA AWALINDA PRATIWI.pdf Restricted to Registered users only Download (18MB) |
Abstract
Petani merupakan salah satu pekerjaan yang beresiko terhadap masalah kesehatan yang berkaitan dengan persendian. Penyakit dengan nyeri sendi yang hebat disebabkan oleh tingginya kadar asam urat (hiperurisemia) yang disebut sebagai penyakit gout atau yang dikenal dimasyarakat sebagai penyakit asam urat. Petani beresiko terkena gangguan persendian disebabkan dari pola hidup kesehariannya, seperti melakukan aktivitas yang berat dan mengonsumsi hasil panennya sendiri berupa kacang-kacangan yang kaya akan purin. Aktivitas yang berat dapat mengakibatkan tubuh memproduksi asam laktat yang berlebihan yang dapat menimbulkan terjadinya penurunan ekresi asam urat oleh ginjal, dan mengonsumsi makanan yang kaya akan purin menyebabkan tubuh memproduksi asam urat yang berlebih yang dapat memicu terjadinya penumpukan kristal di daerah persendian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik hasil pemeriksaan asam urat metode POCT pada petani. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif dengan rancangan penelitian observasi laboratorik dengan jumlah sampel yang diteliti sebanyak 100 sampel. Penelitian dilakukan di wilayah Desa Mattampawalie, Kecamatan Lappariaja, Kabupaten Bone pada tanggal 15-20 Mei 2024. Karakteristik hasil penelitian asam urat berdasarkan jenis kelamin diperoleh jumlah laki�laki dan perempuan sama yaitu 50% dengan sebagian besar kadar asam urat meningkat pada perempuan sebanyak 31%, sedangkan kadar asam urat meningkat pada laki-laki sebanyak 27%, berdasarkan umur sampel terbanyak terdapat pada kelompok umur 42-47 tahun sebanyak 20% dengan kadar asam urat meningkat sebanyak 12%, berdasarkan masa kerja sampel terbanyak terdapat pada masa kerja 25-31 tahun sebanyak 23% dengan kadar asam urat meningkat sebanyak 14%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kadar asam urat meningkat pada petani lebih mendominasi daripada kadar asam urat normal, sehingga dapat disarankan kepada petani agar mengurasi resiko kemungkinan terjadinya peningkatan kadar asam urat dengan membatasi mengkonsumsi makanan yang kaya akan purin secara berlebihan dan minum air putih yang cukup terutama saat melakukan aktivitas berat di sawah untuk menghindari terjadinya dehidrasi agar dapat melancarkan proses eksresi asam urat.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RR Medical Laboratory Technology |
| Divisions: | Poltekkes Kemenkes Makassar > Jurusan Teknologi Laboratorium Medis |
| Depositing User: | Ros Rosmiati Rosmiati |
| Date Deposited: | 22 Apr 2026 03:11 |
| Last Modified: | 22 Apr 2026 03:11 |
| URI: | http://repositorynew.poltekkes-mks.ac.id/id/eprint/1228 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
