FADHILAH, HAJAR (2026) DAYA TERIMA DAN KADAR PROTEIN PADA KUE BARUASA DENGAN SUBSTITUSI TEPUNG TEMPE DAN TEPUNG WORTEL. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Makassar.
|
Text
MANUSCRIP_ST. HAJAR FADHILAH.pdf Restricted to Repository staff only Download (304kB) |
|
|
Text
SKRIPSI_ST. HAJAR FADHILAH.pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
|
|
Text
TURNITIN MANUSCRIP_ST. HAJAR FADHILAH.pdf Restricted to Repository staff only Download (410kB) |
|
|
Text
TURNITIN SKRIPSI_ST. HAJAR FADHILAH.pdf Restricted to Repository staff only Download (783kB) |
Abstract
Kue baruasa merupakan salah satu kue tradisional yang cukup digemari oleh masyarakat. Pengembangan kue baruasa dengan substitusi tepung tempe dan tepung wortel dapat menjadi alternatif pangan yang memiliki kandungan protein lebih tinggi serta berpotensi membantu memenuhi kebutuhan protein, terutama pada ibu hamil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya terima serta kadar protein kue baruasa dengan substitusi tepung tempe dan tepung wortel. Jenis penelitian ini merupakan pra eksperimen dengan desain Post Test Group Design. Penelitian ini, kue baruasa substitusi dengan tiga formula perlakuan yaitu tepung tempe:tepung wortel masing - masing F1 (5%:10%), F2 (10%:15%), dan F3 (15%:20%). Uji daya terima dilakukan terhadap 40 panelis agak terlatih menggunakan uji organoleptik skala hedonik pada aspek warna, aroma, tekstur, dan rasa. Data dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis dan dilanjutkan dengan uji Mann-Whitney untuk mengetahui perbedaan antar formula. Analisis kadar protein dilakukan dengan metode Kjeldahl. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kue baruasa dengan substitusi tepung tempe dan tepung wortel yang paling disukai dari aspek warna, aroma, tekstur, dan rasa adalah F2 (595). Hasil uji Kruskal-Wallis menunjukkan bahwa terdapat pengaruh substitusi tepung tempe dan tepung wortel terhadap aspek warna (p=0,004), aroma (p=0,017), dan tekstur (p=0,043), sedangkan pada aspek rasa tidak terdapat pengaruh yang signifikan (p=0,157). Hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa kadar protein kue baruasa formula F2 adalah 6,88 g/100 g. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan peneliti selanjutnya mengembangkan kue baruasa dengan mengacu pada formula F2 sebagai formula terbaik untuk meningkatkan nilai gizi tanpa menurunkan daya terima, serta mengkaji substitusi bahan pangan lokal lain yang berpotensi meningkatkan kandungan gizi.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Q Science > QN Nutrition |
| Divisions: | Poltekkes Kemenkes Makassar > Jurusan Gizi |
| Depositing User: | Elsi Elsi Premiwati |
| Date Deposited: | 31 Aug 2026 06:10 |
| Last Modified: | 31 Aug 2026 06:10 |
| URI: | https://repositorynew.poltekkes-mks.ac.id/id/eprint/2748 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

