ANALISIS PROTEINURIA DAN TEKANAN DARAH SEBAGAI INDIKATOR PREEKLAMSIA PADA IBU HAMILTRIMESTER II DAN III DI PUSKESMAS KALUMATA, KOTA TERNATE, PROVINSI MALUKU UTARA

NINGSIH, SEPTI SETIANA (2026) ANALISIS PROTEINURIA DAN TEKANAN DARAH SEBAGAI INDIKATOR PREEKLAMSIA PADA IBU HAMILTRIMESTER II DAN III DI PUSKESMAS KALUMATA, KOTA TERNATE, PROVINSI MALUKU UTARA. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Makassar.

[img] Text
032_Septi Setiana Ningsih_Skripsi.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (6MB)
[img] Text
032_Septi Setiana Ningsih_Jurnal Skripsi.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (180kB)
[img] Text
032_Septi Setiana Ningsih_Turnitin.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (6MB)

Abstract

Preeklamsia merupakan salah satu penyebab utama kematian ibu dan janin, ditandai dengan hipertensi dan proteinuria yang muncul setelah usia kehamilan 20 minggu akibat disfungsi endotel pembuluh darah. Trimester II dan III merupakan periode kritis untuk deteksi dini preeklamsia melalui pemeriksaan tekanan darah dan proteinuria yang praktis dan costeffective di fasilitas kesehatan primer. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara proteinuria dan tekanan darah sebagai indikator preeklamsia pada ibu hamil trimester II dan III di Puskesmas Kalumata, Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan cross-sectional. Sampel berjumlah 51 ibu hamil trimester II dan III yang diambil dengan teknik consecutive sampling pada periode 02 Maret–17 April 2026. Pemeriksaan proteinuria dilakukan menggunakan metode dipstick urine dan tekanan darah diukur menggunakan tensimeter. Analisis data menggunakan uji Chi-Square Fisher's Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan 9 responden (17,6%) memiliki proteinuria positif dan 4 responden (7,8%) mengalami hipertensi. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value = 0,015 (p<0,05), yang berarti terdapat hubungan yang bermakna antara proteinuria dan tekanan darah pada ibu hamil trimester II dan III. Proporsi hipertensi pada kelompok proteinuria positif (33,3%) jauh lebih tinggi dibandingkan kelompok proteinuria negatif (2,4%). Dapat disimpulkan bahwa proteinuria dan tekanan darah saling berhubungan secara bermakna sebagai indikator preeklamsia, sehingga pemeriksaan rutin kedua parameter ini pada pelayanan Antenatal Care sangat penting dalam upaya deteksi dini preeklamsia di fasilitas kesehatan primer.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: R Medicine > RR Medical Laboratory Technology
Divisions: Poltekkes Kemenkes Makassar > Jurusan Teknologi Laboratorium Medis
Depositing User: Elsi Elsi Premiwati
Date Deposited: 28 Aug 2026 06:43
Last Modified: 28 Aug 2026 06:43
URI: https://repositorynew.poltekkes-mks.ac.id/id/eprint/2714

Actions (login required)

View Item View Item
Katalog SLiMS Web Analytics