RAMAYANTI, RAMAYANTI (2026) ANALISIS HUBUNGAN LAMA PENGOBATAN DENGAN KADAR UREUM dan KREATININ PADA PENDERITA TUBERKULOSIS (TBC) DI PUSKESMAS WILAYAH KERJA DINAS KESEHATAN KABUPATEN SERAM BAGIAN TIMUR. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Makassar.
|
Text
028_Ramayanti_Skripsi.pdf Restricted to Repository staff only Download (7MB) |
|
|
Text
028_Ramayanti_Jurnal Skripsi.pdf Restricted to Repository staff only Download (365kB) |
|
|
Text
028_Ramayanti_turnitin SKRIPSI_.pdf Restricted to Repository staff only Download (523kB) |
Abstract
Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Penggunaan obat anti tuberkulosis secara terus menerus berpotensi mempengaruhi fungsi ginjal yang dapat dilihat melalui pemeriksaan kadar ureum dan kreatinin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan lama pengobatan dengan peningkatan kadar ureum dan kreatinin pada penderita tuberkulosis di Puskesmas wilayah kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Seram Bagian Timur. Desain penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian merupakan penderita tuberkulosis yang menjalani pengobatan 4 bulan,5 bulan, dan 6 bulan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui pemeriksaan kadar ureum dan kreatinin serata dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson setelah dilakukan uji normalitas data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden meiliki kadar ureum dan kreatinin dalam batas normal. Hasil uji korelasi Pearsoni menunjukkan hubungan antara lama pengobatan dengan kadar ureum diperoleh nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0.187 dengan p-value 0.267 (p > 0,05), sedangkan hubungan antara lama pengobatan dengan kadar kreatinin diperoleh nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0.074 dengan p-value 0.663 (p>0.05). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif yang sangat lemah dan tidak signifikan secara statistik antara lama pengobatan dengan peningkatan kadar ureum dan kreatinin pada penderita tuberkulosis di Puskesmas wilayah kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Seram Bagian timur. Dengan demikian, lama pengobatan tuberkulosis selama 4-5 bulan tidak memiliki hubungan yang bermakna terhadap perubahan kadar ureum dan kreatinin. Disaran kepada tenaga kesehatan dan pasien tuberkulosis untuk tetap melakukan pemantauan kadar ureum dan keratinin secara berkala selama masa pengobatan guna mendeteksi dini adanya gangguan fungsi ginjal.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RR Medical Laboratory Technology |
| Divisions: | Poltekkes Kemenkes Makassar > Jurusan Teknologi Laboratorium Medis |
| Depositing User: | Elsi Elsi Premiwati |
| Date Deposited: | 28 Aug 2026 06:13 |
| Last Modified: | 28 Aug 2026 06:13 |
| URI: | https://repositorynew.poltekkes-mks.ac.id/id/eprint/2697 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

