HERLIANTI, NURGINAYAH (2026) ISOLASI DAN IDENTIFIKASI Vibrio parahaemolyticus PADA TIRAM BATU (Saccostrea cucullata) YANG DI JUAL DI DESA LAJARI KABUPATEN BARRU. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Makassar.
|
Text
034_NURGINAYAH HERLLIANTI_SKRIPSI.pdf Restricted to Repository staff only Download (4MB) |
|
|
Text
034_NURGINAYAH HERLIANTI_JURNAL.pdf Restricted to Repository staff only Download (238kB) |
|
|
Text
034_NURGINAYAH HERLIANTI_TURNITIN SKRIPSI.pdf Restricted to Repository staff only Download (23MB) |
Abstract
Tiram batu (Saccostrea cucullata) merupakan salah satu hasil laut yang banyak dikonsumsi masyarakat karena memiliki kandungan protein, mineral, dan asam lemak yang tinggi. Sebagai organisme filter feeder, tiram berpotensi mengakumulasi mikroorganisme patogen dari perairan, salah satunya Vibrio parahaemolyticus, yang dapat menyebabkan gastroenteritis akibat konsumsi makanan laut mentah atau kurang matang. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi Vibrio parahaemolyticus pada tiram batu yang dijual di Desa Lajari, Kabupaten Barru. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang dilaksanakan di Laboratorium Bakteriologi, Jurusan Teknologi Laboratorium Medis, Poltekkes Kemenkes Makassar pada tanggal 13–19 April 2026 menggunakan delapan sampel tiram batu yang diperoleh dari pedagang di Desa Lajari. Pemeriksaan dilakukan melalui tahap pengkayaan menggunakan media Alkaline Peptone Water (APW), isolasi pada media Thiosulfate Citrate Bile Salts Sucrose (TCBS) agar, pemurnian pada media Tryptic Soy Agar (TSA) yang ditambahkan 1% NaCl, kemudian dilanjutkan dengan identifikasi berdasarkan karakteristik makroskopis, mikroskopis, dan uji biokimia. Hasil penelitian menunjukkan dua isolat (25%) teridentifikasi sebagai Vibrio parahaemolyticus dengan karakteristik koloni hijau pada media TCBS, berbentuk batang melengkung, Gram negatif, oksidase positif, resisten terhadap O/129, TSIA K/A, H₂S negatif, motil, dan ONPG negatif. Enam isolat lainnya (75%) tidak sesuai dengan karakteristik Vibrio parahaemolyticus dan diduga merupakan Shewanella spp., Aeromonas spp., serta Vibrio fermenter sukrosa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tiram batu yang dijual di Desa Lajari terindikasi terkontaminasi Vibrio parahaemolyticus, sehingga disarankan pengolahan hingga matang dan penerapan keamanan pangan perlu diperhatikan untuk menurunkan risiko penyakit bawaan pangan.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RR Medical Laboratory Technology |
| Divisions: | Poltekkes Kemenkes Makassar > Jurusan Teknologi Laboratorium Medis |
| Depositing User: | Elsi Elsi Premiwati |
| Date Deposited: | 28 Aug 2026 05:25 |
| Last Modified: | 28 Aug 2026 05:25 |
| URI: | https://repositorynew.poltekkes-mks.ac.id/id/eprint/2679 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

