HUBUNGAN KEBIASAAN KONSUMSI MAKANAN CEPAT SAJI DENGAN STATUS GIZI REMAJA DI MAN 2 KOTA MAKASSAR

ASMI AMSARI, NURUL (2026) HUBUNGAN KEBIASAAN KONSUMSI MAKANAN CEPAT SAJI DENGAN STATUS GIZI REMAJA DI MAN 2 KOTA MAKASSAR. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Makassar.

[img] Text
MANUSKRIP NURUL ASMI AMSARI.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (238kB)
[img] Text
SKRIPSI NURUL ASMI AMSARI_FIX.pdf

Download (1MB)
[img] Text
TURNITIN MANUSKRIP NURUL ASMI AMSARI.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)
[img] Text
TURNITIN SKRIPSI NURUL ASMI AMSARI.pdf

Download (6MB)

Abstract

Masa remaja merupakan periode pertumbuhan cepat yang membutuhkan asupan gizi optimal. Perubahan gaya hidup saat ini meningkatkan kecenderungan remaja untuk mengonsumsi makanan cepat saji (fast food) yang umumnya tinggi energi, lemak, dan natrium namun rendah serat. Kebiasaan konsumsi makanan cepat saji dengan frekuensi yang tinggi secara terus menerus berisiko menimbulkan masalah gizi pada status gizi remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan konsumsi makanan cepat saji dengan status gizi remaja di MAN 2 Kota Makassar. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional. Penelitian dilaksanakan di MAN 2 Kota Makassar dengan jumlah sampel sebanyak 223 responden yang dipilih menggunakan teknik Purposive Sampling. Data konsumsi makanan cepat saji diperoleh melalui kuesioner Food Frequency Questionnaire (FFQ), sedangkan status gizi ditentukan berdasarkan pengukuran antropometri yaitu berat badan dan tinggi badan Indeks Massa Tubuh (IMT). Analisis data menggunakan uji statistik Chi�Square. Hasil penelitian menunjukkan responden dengan kebiasaan konsumsi makanan cepat saji kategori jarang sebanyak 140 orang (62,8%) dan kategori sering sebanyak 83 orang (37,2%). Untuk status gizi, mayoritas responden memiliki status gizi normal (59,6%), gizi kurang (17,9%), obesitas (14,8%), dan gizi lebih (7,6%). Hasil uji statistik Chi-Square menunjukkan nilai p = 0,263 (p>0,05) yang berarti tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan konsumsi makanan cepat saji dengan status gizi remaja. Disarankan agar remaja lebih bijak dalam memilih makanan dan membatasi frekuensi konsumsi makanan cepat saji dengan mengimbangi asupan sayuran, buah, dan aktivitas yang cukup. Sebaiknya dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai variabel yang lebih mendalam seperti pengukuran asupan energi total (food recall 24 jam). Kata Kunci : Makanan Cepat Saji, Remaja, Status Gizi

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Q Science > QN Nutrition
Divisions: Poltekkes Kemenkes Makassar > Jurusan Gizi
Depositing User: Elsi Elsi Premiwati
Date Deposited: 28 Aug 2026 03:17
Last Modified: 28 Aug 2026 03:17
URI: https://repositorynew.poltekkes-mks.ac.id/id/eprint/2665

Actions (login required)

View Item View Item
Katalog SLiMS Web Analytics