HUBUNGAN KADAR HEMOGLOBIN PADA BALITA DENGAN KEJADIAN STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SALOTUNGO KABUPATEN SOPPENG

JANNAH, MIFTAHUL (2026) HUBUNGAN KADAR HEMOGLOBIN PADA BALITA DENGAN KEJADIAN STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SALOTUNGO KABUPATEN SOPPENG. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Makassar.

[img] Text
022_Miftahul Jannah_Skripsi.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)
[img] Text
022_Miftahul Jannah_Jurnal Penelitian.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (319kB)
[img] Text
022_Miftahul Jannah_Turnitin Skripsi.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract

Stunting merupakan gangguan pertumbuhan kronis pada balita akibat kekurangan gizi dalam jangka waktu lama yang bersifat multi-dimensi. Salah satu faktor risiko yang sering dikaitkan dengan kondisi ini adalah status kadar hemoglobin, di mana penurunan kadar hemoglobin secara biologis dapat mengganggu transportasi oksigen dan nutrisi ke lempeng pertumbuhan tulang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kadar hemoglobin dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Salotungo. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 67 balita yang memenuhi kriteria inklusi. Pengumpulan data primer dilakukan melalui pemeriksaan laboratorium kadar hemoglobin menggunakan alat Point-of-Care Testing (POCT), sedangkan data status stunting balita diperoleh melalui data sekunder bagian gizi puskesmas berdasarkan antropometri tinggi badan menurut umur (TB/U). Analisis data bivariat dilakukan menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil penelitian deskriptif menunjukkan bahwa sebagian besar balita memiliki kadar hemoglobin normal yaitu sebanyak 46 balita (68,7%) dan sebagian besar balita tidak mengalami stunting yaitu sebanyak 51 balita (76,1%). Sementara itu, balita yang memiliki kadar hemoglobin rendah adalah sebanyak 21 anak (31,3%) dan balita stunting sebanyak 16 anak (23,9%). Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa prevalensi stunting pada kelompok kadar hemoglobin rendah adalah sebesar 28,6% (6 dari 21 balita), sedangkan pada kelompok kadar hemoglobin normal adalah sebesar 21,7% (10 dari 46 balita). Hasil uji statistik Chi-Square diperoleh nilai p-value sebesar 0,764 (p > 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kadar hemoglobin dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Salotungo. Kejadian stunting di wilayah ini diduga lebih didominasi oleh determinan gizi kronis lainnya di luar status kadar hemoglobin jangka pendek balita. Kata Kunci: Stunting, Balita, Hemoglobin, Anemia.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: R Medicine > RR Medical Laboratory Technology
Divisions: Poltekkes Kemenkes Makassar > Jurusan Teknologi Laboratorium Medis
Depositing User: Elsi Elsi Premiwati
Date Deposited: 28 Aug 2026 01:42
Last Modified: 28 Aug 2026 01:42
URI: https://repositorynew.poltekkes-mks.ac.id/id/eprint/2625

Actions (login required)

View Item View Item
Katalog SLiMS Web Analytics