POTENSI EKSTRAK DAUN SELEDRI (Apium graveolens) SEBAGAI ANTIKOAGULAN ALTERNATIF PENGGANTI ETHYLENEDIAMINETETRAACETIC ACID (EDTA) PADA MORFOLOGI ERITROSIT METODE APUSAN DARAH TEPI

SUDIRMAN, INNARA QATYA AZZURAH (2026) POTENSI EKSTRAK DAUN SELEDRI (Apium graveolens) SEBAGAI ANTIKOAGULAN ALTERNATIF PENGGANTI ETHYLENEDIAMINETETRAACETIC ACID (EDTA) PADA MORFOLOGI ERITROSIT METODE APUSAN DARAH TEPI. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Makassar.

[img] Text
063_Innara Qatya Azzurah Sudirman_Skripsi.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)
[img] Text
063_Innara Qatya Azzurah Sudirman_Jurnal Skripsi.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (460kB)
[img] Text
063_Innara Qatya Azzurah Sudirman_Turnitin Skripsi.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (21MB)

Abstract

Pada pemeriksaan hematologi, antikoagulan diperlukan untuk mencegah pembekuan darah di luar tubuh agar spesimen tetap mencerminkan kondisi di dalam tubuh. Antikoagulan yang disarankan untuk pemeriksaan hematologi adalah EDTA. Namun, EDTA juga memiliki kekurangan yaitu dapat mengakibatkan iritasi, keterbatasan pengadaan, serta berpotensi mengubah bentuk eritrosit, sehingga diperlukan alternatif antikoagulan dari bahan alami. Daun seledri mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder salah satunya flavonoid yang berpotensi sebagai antikoagulan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bahwa ekstrak daun seledri dapat dijadikan sebagai antikoagulan alternatif terhadap kualitas morfologi eritrosit. Penelitian ini dilaksanakan pada 17 April - 09 Mei 2026 di Poltekkes Kemenkes Makassar Jurusan Teknologi Laboratorium Medis dan UIN Alauddin Makassar Jurusan Kimia. Metode yang digunakan adalah true experimental dengan mencampurkan spesimen darah dengan sampel berupa ekstrak daun seledri dengan variasi konsentrasi 25%, 50%, 75%, dan 100%. Kemudian dilakukan pengamatan morfologi ukuran dan bentuk eritrosit menggunakan metode apusan darah tepi dengan EDTA sebagai kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada keempat variasi konsentrasi tersebut darah tetap membeku dan juga memberikan perubahan morfologi pada eritrosit, sehingga dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun seledri belum memiliki potensi sebagai antikoagulan alternatif yang dapat menjaga kualitas morfologi eritrosit. Saran bagi peneliti selanjutnya untuk menggunakan perbandingan volume antikoagulan yang lebih besar.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: R Medicine > RR Medical Laboratory Technology
Divisions: Poltekkes Kemenkes Makassar > Jurusan Teknologi Laboratorium Medis
Depositing User: Elsi Elsi Premiwati
Date Deposited: 27 Aug 2026 07:19
Last Modified: 27 Aug 2026 07:19
URI: https://repositorynew.poltekkes-mks.ac.id/id/eprint/2606

Actions (login required)

View Item View Item
Katalog SLiMS Web Analytics