MIKNEYA, ELDA (2026) POTENSI EKSTRAK DAUN JATI (Tectona grandis Linn. f) SEBAGAI SENSOR UNTUK DETEKSI CEPAT BORAKS PADA PRODUK PANGAN BASAH. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Makassar.
|
Text
059_Elda Mikneya_Skripsi.pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
|
|
Text
059_Elda Mikneya_Jurnal.docx Restricted to Repository staff only Download (574kB) |
|
|
Text
059_Elda Mikneya_Turnitin Skripsi.pdf Restricted to Repository staff only Download (18MB) |
Abstract
Penggunaan bahan tambahan pangan berbahaya, khususnya boraks (natrium tetraborat, Na₂B₄O₇·10H₂O), masih menjadi permasalahan serius dalam keamanan pangan di Indonesia, meskipun telah dilarang oleh BPOM RI karena bersifat toksik terhadap ginjal, sistem saraf, dan sistem reproduksi. Data BPOM (2019) mencatat bahwa sekitar 33,4% dari 176 sampel pangan yang diuji terdeteksi mengandung boraks, menunjukkan bahwa metode deteksi yang praktis dan terjangkau bagi masyarakat masih sangat dibutuhkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi ekstrak daun jati (Tectona grandis Linn. f) sebagai sensor berbasis antosianin dalam bentuk strip indikator untuk deteksi cepat boraks pada produk pangan basah. Penelitian bersifat eksperimental laboratorium dengan pendekatan kualitatif deskriptif, dilaksanakan di Laboratorium Kimia Jurusan Teknologi Laboratorium Medis Poltekkes Kemenkes Makassar pada 19 April – 06 Mei 2026. Sampel berupa daun jati muda (daun kelima dari pucuk) dipilih secara purposive sampling, diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96% selama 5×24 jam sebanyak 250 gram dalam 2000 mL pelarut, kemudian diimpregnasikan ke kertas Whatman No. 1 membentuk strip sensor. Pengujian dilakukan terhadap larutan boraks variasi konsentrasi 0,5%, 1%, dan 2%, serta empat sampel pangan basah (bakso, siomay, mie basah, tahu), dengan pembanding kit test boraks komersial. Strip sensor menunjukkan perubahan warna dari merah kecoklatan menjadi ungu pudar pada boraks 0,5%, ungu pada 1%, dan ungu pekat pada 2%, mengonfirmasi hubungan antara intensitas warna dan konsentrasi boraks. Keempat sampel pangan basah yang diuji dinyatakan negatif boraks, konsisten dengan hasil kit test boraks. Ekstrak daun jati yang mengandung antosianin terbukti berpotensi sebagai indikator alami pendeteksi boraks melalui mekanisme perubahan warna akibat reaksi antosianin dalam suasana basa.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RR Medical Laboratory Technology |
| Divisions: | Poltekkes Kemenkes Makassar > Jurusan Teknologi Laboratorium Medis |
| Depositing User: | Elsi Elsi Premiwati |
| Date Deposited: | 27 Aug 2026 05:53 |
| Last Modified: | 27 Aug 2026 05:53 |
| URI: | https://repositorynew.poltekkes-mks.ac.id/id/eprint/2586 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

