INAYAH, DEZWITA NUR (2026) ANALISIS KANDUNGAN BORAKS DAN MONOSODIUM GLUTAMAT PADA JAJANAN SEKOLAH DASAR DI WILAYAH PA’ BAENG-BAENG. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Makassar.
|
Text
Skripsi Dezwita Nur Inayah_012.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
|
|
Text
012_Dezwita Nur Inayah_Jurnal Skripsi.docx Restricted to Repository staff only Download (4MB) |
|
|
Text
Turnitin_Dezwita Nur Inayah_012.pdf Restricted to Repository staff only Download (21MB) |
Abstract
Jajanan sekolah merupakan makanan yang banyak dikonsumsi oleh anak-anak usia sekolah karena mudah diperoleh, memiliki rasa yang menarik, dan harga yang terjangkau. Namun, penggunaan bahan tambahan pangan yang tidak sesuai standar seperti boraks dan Monosodium Glutamat (MSG) secara berlebihan masih menjadi perhatian karena dapat menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan. Boraks dilarang digunakan pada makanan karena bersifat toksik, sedangkan konsumsi MSG berlebih dapat memengaruhi kesehatan apabila dikonsumsi terus-menerus dalam jumlah tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya kandungan boraks menggunakan metode test kit serta mengetahui kadar MSG menggunakan metode spektrofotometri UV-VIS pada jajanan di sekolah dasar.Penelitian ini bersifat deskriptif laboratorik. Sampel penelitian berupa beberapa jenis jajanan sekolah dasar seperti bakso, empek-empek, tahu, cimol, sempol, tela-tela crispy, dan cireng yang diambil dari lingkungan sekolah dasar. Pemeriksaan boraks dilakukan secara kualitatif menggunakan test kit boraks dengan pengamatan perubahan warna strip uji. Pemeriksaan MSG dilakukan secara kuantitatif menggunakan metode spektrofotometri UV-VIS dengan pereaksi ninhidrin pada panjang gelombang 571 nm. Data hasil pemeriksaan disajikan dalam bentuk tabel dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pemeriksaan boraks tidak terdapat sampel yang menunjukkan hasil positif berdasarkan perubahan warna strip uji. Pada pemeriksaan MSG diperoleh kadar MSG yang bervariasi pada masing-masing sampel jajanan sekolah. Kandungan MSG tertinggi dan terendah diperoleh dari jenis sampel yang berbeda sesuai hasil pengukuran absorbansi menggunakan spektrofotometer UV-VIS. Kesimpulan penelitian ini adalah masih ditemukan penggunaan bahan tambahan pangan pada jajanan sekolah dasar, berupa kandungan MSG dengan kadar yang berbeda-beda dari 0,13 g/kg pada jajanan cireng dan kadar tertinggi 12,46 g/kg pada jajanan kerupuk pangsit. Oleh karena itu, diperlukan pengawasan keamanan pangan serta edukasi kepada pedagang dan masyarakat mengenai penggunaan bahan tambahan pangan yang aman pada jajanan anak sekolah.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RR Medical Laboratory Technology |
| Divisions: | Poltekkes Kemenkes Makassar > Jurusan Teknologi Laboratorium Medis |
| Depositing User: | Elsi Elsi Premiwati |
| Date Deposited: | 27 Aug 2026 05:44 |
| Last Modified: | 27 Aug 2026 05:44 |
| URI: | https://repositorynew.poltekkes-mks.ac.id/id/eprint/2582 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

