PEMANFAATAN AIR KELAPA (Cocos Nucifera L.) SEBAGAI LARUTAN ALTERNATIF PENGGANTI NATRIUM KLORIDA (NaCl 0,9%) PADA PEMERIKSAAN TELUR CACING METODE SEDIMENTASI

JANNAH, NURIFFATUL (2025) PEMANFAATAN AIR KELAPA (Cocos Nucifera L.) SEBAGAI LARUTAN ALTERNATIF PENGGANTI NATRIUM KLORIDA (NaCl 0,9%) PADA PEMERIKSAAN TELUR CACING METODE SEDIMENTASI. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Makassar.

[img] Text
Nuriffatul Jannah_Teknologi Laboratorium Medis (Skripsi) - Nuriffatul Jannah (1).pdf
Restricted to Repository staff only

Download (5MB)
[img] Text
Nuriffatul Jannah_Teknologi Laboratorium Medis (Jurnal) - Nuriffatul Jannah.pdf

Download (643kB)
[img] Text
Nuriffatul Jannah_Teknologi Laboratorium Medis (Turnitin) - Nuriffatul Jannah.pdf

Download (8MB)

Abstract

Infeksi kecacingan yang disebabkan oleh cacing usus seperti Ascaris lumbricoides, Trichuris trichiura, dan cacing tambang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, terutama di daerah dengan sanitasi buruk. Pemeriksaan telur cacing melalui metode sedimentasi umumnya menggunakan larutan NaCl 0,9%. Namun, distribusi NaCl 0,9% belum merata, terutama di wilayah terpencil. Oleh karena itu, diperlukan larutan alternatif yang secara alami bersifat isotonik dan memiliki kandungan elektrolit sehingga berpotensi sebagai larutan alternatif NaCl 0,9%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas air kelapa (Cocos Nucifera L.) sebagai larutan alternatif pengganti natrium klorida (NaCl 0,9%) pada pemeriksaan telur cacing metode sedimentasi. Penelitian ini bersifat eksperimental laboratorium dengan sampel berupa air kelapa muda, menggunakan metode sedimentasi yang dianalisis secara deskriptif dan diuji secara statistik menggunakan uji Kruskal-Wallis. Penelitian ini dilaksanakan pada Mei Tahun 2025 di Laboratorium Parasitologi Teknologi Laboratorium Medis Poltekkes Kemenkes Makassar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa air kelapa 100% setara dengan NaCl 0,9% dalam kejernihan, kejelasan, dan kualitas telur (skor rata-rata 2,75, kategori baik), tanpa perbedaan signifikan secara statistik (p>0,05). Namun, air kelapa 100% dan NaCl 0,9% menunjukkan hasil lebih optimal dalam jumlah telur teramati (p=0,001), bahkan air kelapa 100% cenderung mengidentifikasi lebih banyak telur. Berdasarkan hasil tersebut, air kelapa 100% terbukti sangat potensial sebagai larutan alternatif yang efektif, membuka peluang penggunaan reagen yang lebih terjangkau dan berkelanjutan, khususnya di daerah dengan keterbatasan akses laboratorium konvensional.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: R Medicine > RR Medical Laboratory Technology
Divisions: Poltekkes Kemenkes Makassar > Jurusan Teknologi Laboratorium Medis
Depositing User: Elsi Elsi Premiwati
Date Deposited: 10 Aug 2026 04:07
Last Modified: 10 Aug 2026 04:07
URI: https://repositorynew.poltekkes-mks.ac.id/id/eprint/2454

Actions (login required)

View Item View Item
Katalog SLiMS Web Analytics