ANALISIS PERBANDINGAN KADAR GLUKOSA DARAH SEBELUM DAN SESUDAH HEMODIALISA PADA PENDERITA GAGAL GINJAL KRONIK DI RSUP Dr. TADJUDDIN CHALID MAKASSAR

MULIA, NADIA (2025) ANALISIS PERBANDINGAN KADAR GLUKOSA DARAH SEBELUM DAN SESUDAH HEMODIALISA PADA PENDERITA GAGAL GINJAL KRONIK DI RSUP Dr. TADJUDDIN CHALID MAKASSAR. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Makassar.

[img] Text
NADIA MULIA_Teknologi Laboratorium Medis - Nadia Mulia.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (6MB)
[img] Text
NADIA_MULIA_Tekonologi Laboratorium Medis - Nadia Mulia.pdf

Download (6MB)
[img] Text
Nadia Mulia_Teknologi Laboratorium Medis - Nadia Mulia.pdf

Download (467kB)

Abstract

Gagal ginjal kronik (GGK) merupakan penyakit progresif yang menyebabkan penurunan fungsi ginjal secara permanen dan sering memerlukan terapi pengganti seperti hemodialisa. Prosedur hemodialisa tidak hanya memengaruhi keseimbangan cairan dan elektrolit, tetapi juga berdampak pada kadar glukosa darah pasien. Fluktuasi kadar glukosa yang tidak terkontrol dapat menimbulkan risiko komplikasi seperti hipoglikemia dan hiperglikemia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan kadar glukosa darah sebelum dan sesudah tindakan hemodialisa pada pasien gagal ginjal kronik non-diabetes melitus di RSUP Dr. Tadjuddin Chalid Makassar. Penelitian ini merupakan studi deskriptif kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari 47 pasien GGK tanpa DM yang menjalani hemodialisa. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dengan bantuan perangkat lunak SPSS, setelah terlebih dahulu dilakukan uji normalitas. Sebelum hemodialisa, sebanyak 10,6% pasien mengalami hipoglikemia, 59,6% berada dalam kisaran normal, dan 29,8% mengalami hiperglikemia. Setelah hemodialisa, distribusi menjadi 8,5% hipoglikemia, 66% normal, dan 25,5% hiperglikemia. Rerata kadar glukosa darah sebelum hemodialisa adalah 120,9 ± 36,9 mg/dL, dan sesudah hemodialisa menurun menjadi 113,8 ± 42,3 mg/dL. Namun, hasil uji Wilcoxon menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik (p = 0,279) antara kadar glukosa darah sebelum dan sesudah hemodialisa. Hemodialisa menunjukkan kecenderungan penurunan kadar glukosa darah pada pasien GGK non-DM, namun tidak menunjukkan perbedaan signifikan secara statistik. Diperlukan penelitian lebih lanjut dengan jumlah sampel yang lebih besar, pengendalian variabel seperti status nutrisi, serta pemantauan kadar glukosa secara prospektif untuk memperoleh hasil yang lebih representatif dan akurat.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: R Medicine > RR Medical Laboratory Technology
Divisions: Poltekkes Kemenkes Makassar > Jurusan Teknologi Laboratorium Medis
Depositing User: Elsi Elsi Premiwati
Date Deposited: 10 Aug 2026 04:06
Last Modified: 10 Aug 2026 04:06
URI: https://repositorynew.poltekkes-mks.ac.id/id/eprint/2443

Actions (login required)

View Item View Item
Katalog SLiMS Web Analytics