SUKRENI, SUKRENI (2025) TINJAUAN HASIL PEMERIKSAAN SERUM GLUTAMIC OXALOACETIC TRANSAMINASE DAN SERUM GLUTAMIC PYRUVIC TRANSAMINASE PADA PENDERITA DIABETES MELITUS DITINJAU DARI HASIL PEMERIKSAAN HbA1c. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Makassar.
|
Text
KTI Sukreni_Teknologi Laboratorium Medis - Sukreni Rasdin.pdf Restricted to Repository staff only Download (4MB) |
|
|
Text
Jurnal Sukreni_Teknologi Laboratorium Medis - Sukreni Rasdin.pdf Download (387kB) |
|
|
Text
Turnitin Sukreni_Teknologi Laboratorium Medis - Sukreni Rasdin.pdf Download (9MB) |
Abstract
Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit metabolik kronis yang diklasifikasikan menjadi dua kelompok berdasarkan kendali glukosa darah, yaitu DM terkontrol dan tidak terkontrol. Penderita DM yang tidak terkontrol berisiko tinggi mengalami komplikasi, yang secara umum terbagi menjadi dua jenis utama makroangiopati, mikroangiopati dan dapat terjadi kelainan pada fungsi hati. Untuk memantau kondisi tubuh secara menyeluruh diperlukan pemeriksaan SGOT (Serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase), SGPT (Serum Glutamic Pyruvic Transaminase) dan HbA1c. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau hasil pemeriksaan SGOT dan SGPT pada penderita DM ditinjau dari hasil pemeriksaan HbA1c. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan cross sectional, jumlah sampel sebanyak 80 sampel yang memenuhi kriteria inklusi penelitian. Pengumpulan dan pemeriksaan sampel dilakukan di Laboratorium RSKD Dadi Provinsi Sulawesi Selatan pada 29 Mei-29 Juni 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden adalah perempuan (57,5%) dengan klasifikasi usia terbanyak 55–63 tahun (43,8%). Lama menderita DM terbanyak adalah 0–4 tahun (38,8%). Berdasarkan hasil HbA1c, mayoritas pasien berada dalam kategori DM tidak terkontrol (95%). Pemeriksaan SGOT menunjukkan kadar normal pada 51,3% responden, meningkat pada 47,5%, dan menurun pada 1,3%. Pemeriksaan SGPT menunjukkan kadar normal pada 67,5%, meningkat pada 26,3%, dan menurun pada 6,3%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah mayoritas pasien DM memiliki HbA1c tidak terkontrol, namun sebagian besar hasil SGOT dan SGPT masih dalam batas normal sehingga pemantauan SGOT dan SGPT tetap perlu dilakukan secara berkala sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap kondisi klinis penderita DM. Disarankan agar dilakukan pemantauan rutin HbA1c dan fungsi hati pada pasien DM untuk deteksi dini komplikasi hepatik.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RR Medical Laboratory Technology |
| Divisions: | Poltekkes Kemenkes Makassar > Jurusan Teknologi Laboratorium Medis |
| Depositing User: | Elsi Elsi Premiwati |
| Date Deposited: | 10 Aug 2026 04:06 |
| Last Modified: | 10 Aug 2026 04:06 |
| URI: | https://repositorynew.poltekkes-mks.ac.id/id/eprint/2429 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

