HUBUNGAN FREKUENSI KONSUMSI SUMBER ZAT BESI, INHIBITOR DAN ENHANCER ZAT BESI DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI

MANAN, WAODE YUNIARTI UTAMI (2025) HUBUNGAN FREKUENSI KONSUMSI SUMBER ZAT BESI, INHIBITOR DAN ENHANCER ZAT BESI DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Makassar.

[img] Text
WAODE YUNIARTI UTAMI MANAN_GIZI - Waode Yuniarti Utami Manan.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)
[img] Text
WAODE YUNIARTI UTAMI MANAN_GIZI - Waode Yuniarti Utami Manan.pdf

Download (377kB)
[img] Text
WAODE YUNIARTI UTAMI MANAN_GIZI - Waode Yuniarti Utami Manan.pdf

Download (294kB)

Abstract

Anemia merupakan suatu kondisi dimana jumlah hemoglobin (Hb) <12 g/dl. Kekurangan zat besi terjadi karena kurangnya mengonsumsi makanan sumber zat besi ditambah kebiasaan mengonsumsi inhibitor zat besi serta kurang mengonsumsi enhancer zat besi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah ada hubungan frekuensi konsumsi sumber zat besi, inhibitor dan enhancer zat besi dengan kejadian anemia pada remaja putri. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasioanal dengan sampel sebanyak 175 remaja putri SMA Negeri 19 Makassar yang dipilih melalui teknik Simple Random Sampling. Data kejadian anemia dikumpulkan melalui pengukuran kadar hemoglobin (Hb). Data frekuensi konsumsi sumber zat besi, inhibitor, dan enhancer zat besi diperoleh melalui wawancara menggunakan formulir Food Frequency Questionnaire (FFQ). Hubungan frekuensi konsumsi sumber zat besi, inhibitor dan enhancer zat besi dengan kejadian anemia pada remaja putri digunakan uji Chi Square. Hasil penelitian tentang hubungan frekuensi konsumsi sumber zat besi dengan kejadian anemia pada remaja putri didapatkan nilai p-value=0,06 (>0,05), hubungan frekuensi konsumsi inhibitor zat besi dengan kejadian anemia pada remaja putri didapatkan nilai p-value=0,02 (<0,05), hubungan frekuensi konsumsi enhancer zat besi dengan kejadian anemia pada remaja putri didapatkan nilai p-value=0,75 (>0,05). Kesimpulan tidak ada hubungan signifikan antara frekuensi konsumsi sumber zat besi dan enhancer zat besi dengan kejadian anemia, namun terdapat hubungan signifikan antara frekuensi konsumsi inhibitor zat besi dengan kejadian anemia. Disarankan remaja putri meningkatkan konsumsi sumber zat besi dan enhancer zat besi, serta mengurangi konsumsi inhibitor zat besi untuk mencegah anemia. Peneliti lain diharapkan mengkaji lebih banyak referensi mengenai makanan sumber zat besi, inhibitor dan enhancer zat besi.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: Q Science > QN Nutrition
Divisions: Poltekkes Kemenkes Makassar > Jurusan Gizi
Depositing User: Elsi Elsi Premiwati
Date Deposited: 10 Aug 2026 04:01
Last Modified: 10 Aug 2026 04:01
URI: https://repositorynew.poltekkes-mks.ac.id/id/eprint/2368

Actions (login required)

View Item View Item
Katalog SLiMS Web Analytics