S, MUTIARA SRIANDINI. (2025) HUBUNGAN POLA PEMBERIAN MAKAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI POSYANDU PANYURAK PUSKESMAS BUNTU BATU KAB.ENREKANG. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Makassar.
|
Text
Mutiara Sriandini. S_Sarjana Terapan Gizi dan Dietetika - Mutiara Sriandini. S Gizi.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
|
|
Text
Mutiara Sriandini.S_D4 Gizi Dan Dietetika - Mutiara Sriandini. S Gizi.pdf Download (264kB) |
|
|
Text
Mutiara Sriandini - Mutiara Sriandini. S Gizi.S_Sarjana Terapan Gizi dan Dietetika.pdf Download (1MB) |
Abstract
Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada balita yang disebabkan oleh asupan nutrisi gizi kurang pada jangka waktu yang lama. Pola makan yang tepat pada anak usia balita mempunyai peran penting pada proses pertumbuhan balita karena makanan yang dikonsumsi mengandung nutrisi penting, mulai dari masa kehamilan hingga usia 24 bulan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pola pemberian makan dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja posyandu panyurak puskesmas buntu batu Kab. Enrekang. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Data dikumpulkan melalui kuesioner food frequency questionnaire (FFQ) dan Food Recall untuk menilai pola makan balita seperti frekuensi, jenis dan porsi makan. Populasi penelitian terdiri 58 balita yang ada di wilayah kerja posyandu panyurak puskesmas buntu batu Kab. Enrekang. Sampel dipilih menggunakan metode purposive sampling, jumlah sampel yang memenuhi kriteria sebanyak 32 sampel. Data pola makan dikumpulkan menggunakan food frequency questionnaire (FFQ) dan Food Recall, dan dianalisis dengan uji chi-square menggunakan microsoft excel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak (87,5%) balita memiliki frekuensi makan kurang, hasil uji statistic menunjukan frekuensi makan tidak ada hubungan signifikan dengan kejadian stunting (p = 0,122). Jenis makanan beragam ditemukan pada 56,3% balita, hasil uji statistik menunjukan jenis makan ada hubungan signifikan dengan kejadian stunting (p = 0,002). Sementara itu, porsi makan juga menunjukkan ada hubungan signifikan dengan kejadian stunting (p = 0,009), di mana balita dengan porsi makan yang cukup lebih sedikit mengalami stunting dibandingkan yang memiliki porsi kurang. Saran bagi masyarakat untuk meningkatkan pemahaman tentang gizi seimbang sejak dini, dan bagi peneliti selanjutnya untuk mengeksplorasi variabel lain seperti pola asuh, pendapatan, atau sanitasi lingkungan yang mungkin turut memengaruhi kejadian stunting.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Q Science > QN Nutrition |
| Divisions: | Poltekkes Kemenkes Makassar > Jurusan Gizi |
| Depositing User: | Elsi Elsi Premiwati |
| Date Deposited: | 10 Aug 2026 03:46 |
| Last Modified: | 10 Aug 2026 03:46 |
| URI: | https://repositorynew.poltekkes-mks.ac.id/id/eprint/2331 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

