Sahna, Wiwik Andriani Sahna (2023) ASUHAN KEBIDANAN PADA NY “S” AKSEPTOR KB HORMONAL DENGAN PENDAMPINGAN KELUARGA DI TEMPAT PRAKTIK MANDIRI BIDAN (TPMB) HJ HARIYANI DI KABUPATEN GOWATANGGAL 9 MARET 2023. Diploma thesis, Poltekes Kemenkes Makassar.
|
Text
WIWIK ANDRIANI SAHNA.pdf Restricted to Repository staff only Download (895kB) |
Abstract
Keluarga berencana (KB) adalah usaha untuk mengatur banyaknya jumlah kelahiran sehingga ibu maupun bayi dan ayah nya serta keluarga yang bersangkutan tidak akan menimbulkan kerugian di karenakan jarak anak yang terlalu dekat. Keluarga berencana (KB) Merupakan program pemerintah yang bertujuan untuk menyeimbangkan antara kebutuhan dan jumlah penduduk (Jitowiyono & Rouf, 2019). Angka kematian ibu di Indonesia pada tahun 2021 sebanyak 7.389 kematian per 100.000 kelahiran hidup. Jumlah ini menunjukkan peningkatan dibandingkan pada tahun 2020 sebesar 4.627 kematian. Berdasarkan penyebab, sebagian besar kematian ibu pada tahun 2021 terkait COVID-`19 sebanyak 2.982 kasus, perdarahan sebanyak 1.330 kasus, dan hipertensi dalam kehamilan sebanyak 1.077 kasus. (Profil Kesehatan Indonesia 2021). Salah satu faktor memberikan dampak pada peningkatan angka kematian ibu adalah resiko 4 terlalu (terlalu muda melahirkan dibawah usia 21 tahun, terlalu tua melahirkan diatas 35 tahun, terlalu dekat jarak kelahiran kurang dari 3 tahun dan terlalu banyak jumlah anak lebih dari 2) presentase ibu meninggal yang melahirkan berusia dibawah 20 tahun dan diatas 30 tahun adalah 33% dari seluruh kematian ibu, sehingga apabila program KB dapat dilaksanakan dengan baik lagi, kemungkinan 33% kematian ibu dapat di cegah melalui pemakaian kontrasepsi (kemenkesRI2020). Pola pemilihan alat kontrasepsi pada tahun 2020 menunjukkan bahwa sebagian besar akseptor memilih menggunakan metode suntik sebesar 72,9% diikuti oleh pil sebesar 19,4%. Jika dilihat dari efektifitas, kedua jenis alat ini termasuk metode kontrasepsi jangka pendek sehingga tingkat efektifitas dalam pengendalian kehamilan lebih rendah dibandingkan jenis kontrasepsi lainnya. Pola ini terjadi setiap tahun, dimana peserta lebih banyak memilih metode kontrasepsi jangka pendek dibandingkan kontrasepsi jangka panjang (IUD, Implan,MOW dan MOP) (kemenkes, 2020).
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RY Midwifery |
| Divisions: | Poltekkes Kemenkes Makassar > Jurusan Kebidanan |
| Depositing User: | Mahyuni Mahyuni Yunus |
| Date Deposited: | 30 Apr 2026 02:19 |
| Last Modified: | 30 Apr 2026 02:19 |
| URI: | http://repositorynew.poltekkes-mks.ac.id/id/eprint/1813 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
