ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI NY “S” DENGAN INISIASI MENYUSU DINI (IMD) DI TPMB “K” TAHUN 2023

Anwar, Virga Silva (2023) ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI NY “S” DENGAN INISIASI MENYUSU DINI (IMD) DI TPMB “K” TAHUN 2023. Diploma thesis, Poltekes Kemenkes Makassar.

[img] Text
Virga Silva Anwar.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (971kB)

Abstract

Inisiasi Menyusu Dini (IMD) adalah proses bayi menyusu segera sehabis lahir dimana bayi dibiarkan mencari putting susu ibunya secara mandiri. IMD dilakukan menggunakan meletakan bayi secara tengkurap pada dada atau perut bunda sebagai akibatnya kulit bayi bersentuhan dalam kulit bunda yang dilakukan sekurang-kurangnya satu jam sehabis lahir. Jika hubungan tadi terhalang sang kain atau hal lainnya, kurang menurut satu jam maka dipercaya belum sempurna serta tidak berhasil melakukan IMD (Kementerian Kesehatan RI, 2021). Prevalensi bayi baru lahir yang mendapatkan IMD di Indonesia pada tahun 2019 terdapat 75,58%. Provinsi dengan persentase tertinggi bayi baru lahir mendapat IMD adalah Sulawesi Tenggara (94,92%) sedangkan provinsi dengan persentase terendah adalah Papua Barat (3,06%). Terdapat dua provinsi yang belum mencapai target Renstra tahun 2019 yaitu Maluku dan Papua Barat. Secara nasional, cakupan bayi mendapat ASI eksklusif tahun 2019 yaitu sebesar 67,74% (Kemenkes RI, 2020). Sedangkan pada tahun 2020, di Indonesia mengalami peningkatan cakupan bayi baru lahir mendapat IMD yaitu sebanyak 77,6% (Kementerian Kesehatan RI, 2021). Target cakupan IMD menurut Gizi Masyarakat (2019) adalah 50%, yang artinya, secara nasional target IMD telah tercapai. Keberhasilan IMD juga dapat dipengaruhi oleh dukungan keluarga. Fungsi dukungan keluarga dapat berupa dukungan informasional, dukungan penilaian, dukungan emosional, dan dukungan instrumental. Kondisi dukungan keluarga memudahkan inisiasi menyusui Jika keluarga berfungsi dengan baik, ibu siap secara fisik dan mental. Keluarga juga dapat memperoleh informasi tentang inisiasi menyusu dini, dukungan emosional dalam menyusu dini dengan mendampingi 3 ibu selama persalinan. Seiring dengan persalinan yang dibantu, hal ini akan sangat memudahkan pemberian ASI dini (Marlina, 2019). Didukung oleh penelitian Listiana dan Akmal tahun 2020 yang mengatakan bahwa dukungan suami terhadap inisiasi menyusui dini yang tidak mendukung responden terdapat 17 orang, yaitu 56,7 %. Hasil uji statistik dukungan suami diperoleh nilai p-value 0,004, sehingga diperoleh ada hubungan yang signifikan antara dukungan suami terhadap keberhasilan inisiasi menyusui dini (Listiana & Jasa, 2020).

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: R Medicine > RY Midwifery
Divisions: Poltekkes Kemenkes Makassar > Jurusan Kebidanan
Depositing User: Mahyuni Mahyuni Yunus
Date Deposited: 30 Apr 2026 01:55
Last Modified: 30 Apr 2026 01:55
URI: http://repositorynew.poltekkes-mks.ac.id/id/eprint/1806

Actions (login required)

View Item View Item