ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI “R” DALAM UPAYA PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI TPMB HJ HARIYANI KABUPATEN GOWA TANGGAL 22 FEBRUARI, 01 & 18 MARET 2023

NURHALISA, SRI ALYA NURHALISA (2023) ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI “R” DALAM UPAYA PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI TPMB HJ HARIYANI KABUPATEN GOWA TANGGAL 22 FEBRUARI, 01 & 18 MARET 2023. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Makassar.

[img] Text
SRI ALYA NURHALISA (1).pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Bayi baru lahir (Neonatus) adalah bayi yang berusia 0-28 hari yang baru mengalami proses kelahiran dan harus menyesuaikan diri dari kehidupan intrauterine ke kehidupan ekstrauterine yang dimana BBL sangat rentan terhadap gangguan kesehatan. Banyak upaya yang dilakukan untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan pada BBL diantaranya upaya memfasilitasi pelayanan kesehatan sesuai standar asuhan kebidanan bayi baru lahir (Lusiana El Sinta, 2019). Salah satu upaya meningkatkan kesehatan anak adalah pemberian ASI (Air Susu Ibu) secara Eksklusif. Karena menurut WHO (World Health Organization) sebaiknya anak hanya diberikan ASI selama enam bulan atau biasa yang disebut ASI Eksklusif. ASI mengandung makanan yang paling ideal bagi bayi karena mengandung semua unsur zat gizi yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi (WHO South- East Asia Indonesia, 2020) Namun sayangnya, WHO menyatakan bahwa persentase cakupan ASI Eksklusif di seluruh dunia hanya mencapai 36% pada tahun 2020. Sedangkan persentase cakupan ASI Eksklusif di negara ASEAN pada 14 tahun 2020 cukup rendah dengan hanya mencapai 27,5% (WHO South- East Asia Indonesia, 2020) Terkhusus di Indonesia, RISKESDAS (Riset Kesehatan Dasar) tahun 2021 menyebutkan bahwa pemberian ASI selama pandemi COVID-19 di Indonesia menurun, hanya 52,5% atau setengah dari 2,3 juta bayi berusia kurang dari enam bulan mendapatkan ASI Eksklusif. Angka itu menurun 12% dari angka pemberian ASI di tahun 2019 (RISKESDAS Nasional, 2021). Dari data cakupan pemberian ASI Eksklusif tersebut tentunya sangat mengkhawatirkan mengingat dengan dilakukannya ASI Eksklusif dapat melindungi anak dari berbagai macam penyakit dan meningkatkan kecerdasan anak. Upaya pendampingan tenaga kesehatan seperti konseling, penyuluhan atau edukasi tentunya diharapkan dapat meningkatkan pemberian ASI Eksklusif, disamping itu juga pendampingan oleh keluarga tak boleh ketinggalan, karena merawat bayi baru lahir serta pemberian ASI Eksklusif tidak hanya melibatkan ibu, melainkan seluruh anggota keluarga (Robin Dompas, 2021). Peran ibu, ayah dan keluarga memerlukan kerja sama yang baik untuk mengupayakan pemberian ASI Ekslusif pada bayi baru lahir. Kelancaran proses menyusui tidak hanya tergantung pada ibu tetapi juga peran ayah. Contohnya seperti siap membantu meringankan pekerjaan rumah, membantu merawat bayi dengan mengganti popok dan memandikan bayi serta memberikan perhatian dan dukungan penuh pada istri.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: R Medicine > RY Midwifery
Divisions: Poltekkes Kemenkes Makassar > Jurusan Kebidanan
Depositing User: Mahyuni Mahyuni Yunus
Date Deposited: 29 Apr 2026 07:56
Last Modified: 29 Apr 2026 07:56
URI: http://repositorynew.poltekkes-mks.ac.id/id/eprint/1798

Actions (login required)

View Item View Item