LAPORAN TUGAS AKHIR ASUHAN KEBIDANAN BAYI BARU LAHIR PADA MASA ADAPTASI AWAL USIA 0-7 HARI DI TPMB ASRIYANI KABUPATEN MAROS

Siti, Siti Nurhalizah (2023) LAPORAN TUGAS AKHIR ASUHAN KEBIDANAN BAYI BARU LAHIR PADA MASA ADAPTASI AWAL USIA 0-7 HARI DI TPMB ASRIYANI KABUPATEN MAROS. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Makassar.

[img] Text
SITI NURHALIZAH .pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Adaptasi bayi baru lahir sangat penting sebagai persiapan untuk perawatan bayi tambahan, pemahaman menyeluruh tentang fungsi normal tubuh bayi sangat membantu dalam merawat bayi agar tetap sehat. Masa ini dapat berlangsung selama satu bulan atau lebih setelah lahir untuk sebagian kerangka tubuh bayi. Kemajuan yang paling terkendali dan cepat terjadi pada sistem pernapasan dan peredaran darah, dalam kemampuan mengatur suhu, dan dalam kemampuan menyerap dan menggunakan glukosa. Transformasi neonatus (bayi) adalah proses perubahan yang bermanfaat bagi bayi dari kehidupan di dalam rahim ke kehidupan di luar rahim. (Astuti Setiyani, 2016). Data Word Health Organization (WHO) angka kematian bayi secara global adalah 19 per 1000 kelahiran hidup. mayoritas dari semua kematian neonatal (75%) tersebut terjadi selama minggu pertama kehidupan, dan sekitar 1 juta bayi baru lahir meninggal dalam 24 jam pertama. Termasuk didalamnya kelahiran premature, komplikasi terkait intrapartum (lahir dengan keadaan asfiksia atau kegagalan bernafas), dan infeksi cacat lahir. Berdasarkan data profil kesehatan Indonesia (2019) menunjukkan penyebab tertinggi kematian neonatal adalah yaitu sebesar 7.150 (35,3%) kasus dan diikuti oleh bayi baru lahir. (Armina, 2022). Berdasarkan data yang diperoleh di sulawesi selatan jumlah kematian neonatal pada tahun 2020 sebesar 602 kasus dengan angka kematian neonatal sebesar 3,89 per 1.000 kelahiran hidup. (Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, 2020). Berdasarkan data yang diperoleh di Kabupaten Maros kematian neonatal/bayi pada tahun 2017 sebesar 83 kasus kematian. (Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak, 2017). Bayi pada masa adaptasi berisiko tinggi terhadap angka kematian sekitar 59%, akibat asfiksia 30%, 5% sepsis, dan 6% faktor lainnya. Berbagai upaya yang aman dan efektif untuk mencegah dan mengatasi penyebab utama kematian bayi baru lahir (BBL) adalah pelayanan antenatal yang berkualitas asuhan persalinan normal atau dasar pelayanan kesehatan neonatal oleh tenaga profesional, dan keterampilan manajemen bayi baru lahir. Kemampuan dan keterampilan ini digunakan setiap kali menolong persalinan (Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, 2020). Dalam merawat bayi bar u lahir memerlukan dukungan dan kerja sama keluarga. Inisiatif suami sangat diperlukan seperti membantu mengganti popok bayi dan membantu memandikan bayi. Keterlibatan 15 peran ayah juga sangat membantu proses bounding attachment agar terbentuk figure orang tua yang baik untuk bayi.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: R Medicine > RY Midwifery
Divisions: Poltekkes Kemenkes Makassar > Jurusan Kebidanan
Depositing User: Mahyuni Mahyuni Yunus
Date Deposited: 29 Apr 2026 07:47
Last Modified: 29 Apr 2026 07:47
URI: http://repositorynew.poltekkes-mks.ac.id/id/eprint/1797

Actions (login required)

View Item View Item