Rina Tri Ani, Rina Tri Ani (2023) ASUHAN KEBIDANAN PADA KEHAMILAN DENGAN PENDAMPINGAN KELUARGA DALAM PERSIAPAN PERSALINAN DI TPMB MS TANGGAL 28 FEBRUARI-10 MARET 2023. Diploma thesis, Politeknik Kesehatan Makassar.
|
Text
RINA TRI ANI.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Kehamilan menurut world health organization (WHO) adalah proses sembilan bulan atau lebih dimana seorang perempuan membawa embrio dan janin yang sedang berkembang di dalam rahimnya. Pemeriksaan antenatal care (ANC) sangat penting dilakukan untuk mendeteksi adanya komplikasi atau penyulit dalam kehamilannya. Dalam melakukan pemeriksaan ibu hamil, tenaga kesehatan harus memberikan pelayanan yang berkualitas sesuai standar dengan frekuensi minimal enam kali kunjungan pemerikasaan yaitu 2 kali pada trimester pertama, 1 kali trimester kedua dan 3 kali trimester ketiga. Penilaian terhadap pelaksanaan pelayanan kesehatan ibu hamil dapat dilakukan dengan melihat cakupan K1, K4, dan K6. Cakupan pelayanan kesehatan ibu hamil K1 dan K4 sejak tahun 2019 sampai dengan 2021 cenderung fluktuatit (tidak tetap atau berubah-ubah). Pada tahun 2019 angka K1 sebesar 96,4% dan K4 sebesar 88,5%, tahun 2020 K1 sebesar 93,3% dan K4 sebesar 84,6%, Sedangkan pada tahun 2021 cakupan ibu hamil K1 sebesar 98%, K4 84,6%, dan K6 sebesar 63%. Capaian ini sudah memiliki target yaitu tahun 2019 80%, 2020 80%, 2021 sebesar 85% (Profil kesehatan Indonesia, 2021). Pelayanan antenatal dinilai berkualitas apabila ibu hamil melakukan kunjungan ANC dengan teratur. Pemeriksaan ANC yang tidak teratur manyebabkan penatalaksanaan standar asuhan 14”T” belum maksimal secara keseluruhan. Dampak dari ketidakpatuhan ibu hamil dalam memeriksakan kehamilannya menyebabkan tidak diketahuinya berbagai komplikasi dan faktor risiko yang membahayakan kehamilan sehingga dapat mengakibatkan angka kematian ibu dan anak yang meningkat (Jurnal Karlina & Farhan, 2022). 3 status kesehatan ibu dan kesiapan untuk hamil, pemeriksaan antenatal, pertolongan persalinan, dan perawatan setelah persalinan, serta faktor sosial budaya (Dinkes Provinsi SulSel 2021). Untuk menurunkan angka kematian ibu (AKI) pemerintah melakukan upaya dengan melalui program perencanaan persalinan dan pencegahan komplikasi (P4K). Dimana program ini menitikberatkan dalam monitoring terhadap ibu hamil, bersalin dan nifas. Program P4K ini dilakukan dengan memberikan pembekalan untuk meningkatkan peran aktif suami, keluarga, ibu hamil serta masyarakat dalam merencanakan persalinan yang aman dan persiapan menghadapi komplikasi kehamilan, persalinan dan nifas (Profil Kesehatan Indonesia 2021). Salah satu penyebab tidak terlaksananya program P4K karena dipengaruhi oleh kurangnya dukungan suami (Jurnal Ulfah, Sonda & Hidayati,2020). Oleh karena itu untuk mengoptimalkan program P4K ini diperlukan juga dukungan keluarga terutama dukungan suami. Ibu hamil akan merasa senang dan tentram apabila mendapat perhatian dan dukungan dari keluarganya, karena dengan dukungan tersebut akan menimbulkan kepercayaan dirinya untuk menghadapi atau melaksanakan program perencanaan persalinan dan pencegahan komplikasi (Jurnal Psiari & Hikmah,2021). Dukungan yang dimaksud adalah suami dan keluarga dapat membantu ibu hamil dalam pemeriksaan kehamilan, menyiapkan pengambilan keputusan/pendamping persalianan, biaya persalinan, transportasi, calon donor darah dan KB pasca persalinan (Jurnal Setiawan, Shaluhiyah, & Musthofa, 2020).
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RY Midwifery |
| Divisions: | Poltekkes Kemenkes Makassar > Jurusan Kebidanan |
| Depositing User: | Mahyuni Mahyuni Yunus |
| Date Deposited: | 28 Apr 2026 07:36 |
| Last Modified: | 28 Apr 2026 07:38 |
| URI: | http://repositorynew.poltekkes-mks.ac.id/id/eprint/1765 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
