ASUHAN KEBIDANAN BAYI BARU LAHIR DENGAN INISIASI MENYUSU DINI DI TPMB JUMAEGA TANGGAL 09-10 MARET 2023

Ratu Bulqis, Ratu Bulqis (2023) ASUHAN KEBIDANAN BAYI BARU LAHIR DENGAN INISIASI MENYUSU DINI DI TPMB JUMAEGA TANGGAL 09-10 MARET 2023. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Makassar.

[img] Text
RATU BULQIS.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)

Abstract

Program Inisiasi Menyusu Dini (IMD) sangat perlu dilakukan kepada bayi yang baru lahir untuk mencegah tingginya kematian neonatal. Pada IMD, bayilah yang diharapkan berusaha untuk menyusu. Pada jam pertama, bayi berhasil menemuka payudara ibunya. Inilah awal hubungan menyusui antara ibu dan bayinya, yang akhirnya berkelanjutan dalam kehidupan ibu dan bayi (Kementrian Kesehaan RI, 2009) IMD menimbulkan banyak keuntungan untuk ibu dan bayi, diantaranya mendekatkan hubungan batin antara ibu dan bayi karena IMD terjadi komunikasi batin yang sangat pribadi dan sensitif, bayi akan mengenal ibunya lebih dini sehingga memperlancar proses laktasi, suhu tubuh bayi stabil karena hipotermia telah dikoreksi panas tubuh ibunya, refleks oksitosin ibu akan berfungsi secara maksimal dan memperlancar produksi ASI karena mendapat rangsangan isapan bayi lebih awal (Roesli, Utami, 2008) World Health Organizatoin (WHO) DAN United Nations International Childre`s Emergency Fund (UNICEF) merekomendasikan standar emas dalam pemberian makan bayi dananak (PMBA), yaitu inisiasi menyusu dalam jangka waktu 1 jam setelah bayi lahir. Salah satu faktor yang berhubungan dengan kematian neonatal adalah ibu yang tidak melaksanakan Inisiasi Menyusu Dini (IMD). Kematian neonatal terjadi 2,4 kali lebih tinggi pada ibu yang tidak IMD dibandingkan dengan ibu yang melakukan IMD (Edmond, 2006)Menurut profil kesehatan Indonesia pada tahun 2021, secara nasional persentase bayi baru lahir yang mendapat IMD yaitu sebesar 82,7%. Provinsi dengan persentase tertinggi bayi baru lahir mendapat IMD adalah DKI Jakarta (98,5%) sedangkan provinsi dengan persentase terendah adalah Bali (59,8%).Target nasional IMD tahun 2021 sebesar 58%, sehingga seluruh provinsi telah melewati target (Kementrian Kesehatan RI, Profil Kesehatan Indonesia, 2021). Di provinsi Sulawesi Selatan persentase bayi baru lahir yang mendapat IMD pada tahun 2021 sebesar 87,3% (Kementrian Kesehatan RI, 2021). Hal ini menunjukkan penurunan jika dibandingkan pada tahun 2020 yaitu persentase bayi baru lahir yang mendapat IMD pada tahun 2020 sebesar 87,8 % (Dinas Kesehatan Provinsi Selawesi Selatan, 2021).

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: R Medicine > RY Midwifery
Divisions: Poltekkes Kemenkes Makassar > Jurusan Kebidanan
Depositing User: Mahyuni Mahyuni Yunus
Date Deposited: 28 Apr 2026 07:22
Last Modified: 28 Apr 2026 07:22
URI: http://repositorynew.poltekkes-mks.ac.id/id/eprint/1762

Actions (login required)

View Item View Item