ASUHAN KEBIDANAN BAYI BARU LAHIR NORMAL PADA BAYI NY. “S” DI TPMB MASJAWIYAH DARMA KAB. GOWAPADA TANGGAL 17, 22 FEBRUARI DAN 15 MARET 2023

Rahmadani, Rahmadani (2023) ASUHAN KEBIDANAN BAYI BARU LAHIR NORMAL PADA BAYI NY. “S” DI TPMB MASJAWIYAH DARMA KAB. GOWAPADA TANGGAL 17, 22 FEBRUARI DAN 15 MARET 2023. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Makassar.

[img] Text
RAHMADANI.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Bayi baru lahir atau yang lebih dikenal dengan neonatal merupakan salah satu kelompok yang paling rentan terhadap gangguan kesehatan, beberapa upaya kesehatan dilakukan untuk mengendalikan risiko pada kelompok ini, diantaranya dengan mengupayakan agar persalinan dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan serta menjamin tersedianya pelayanan kesehatan sesuai standar pada kunjungan bayi baru lahir (Dinkes Sulsel, 2021). Berdasarkan data dari World Health Organization (WHO) sebagian besar kematian neonatal (75%) terjadi selama minggu pertama kehidupan, pada tahun 2019 sekitar 1 juta bayi baru lahir meninggal dalam 24 jam pertama. Kelahiran prematur, asfiksia, infeksi dan cacat lahir yang menyebabkan sebagian besar kematian neonatal pada tahun 2019. Dari akhir periode neonatal hingga 5 tahun pertama kehidupan, penyebab utama kematian adalah pneumonia, diare, cacat lahir dan malaria. Malnutrisi adalah faktor penyebab yang mendasari, membuat anak-anak semakin rentan penyakit. 13 13 Kematian anak dari tahun ke tahun menunjukkan penurunan. Data yang dilaporkan kepada Direktorat Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak. Dari seluruh kematian neonatal yang dilaporkan, sebagian besar diantaranya (79,1%) terjadi pada usia 0-6 hari, sedangkan kematian pada usia 7-28 hari sebesar 20,9%. Sementara itu, kematian pada masa post neonatal (usia 29 hari-11 bulan) sebesar 18,5% (5.102 kematian) dan kematian anak balita (usia 12-59 bulan) sebesar 8,4% (2.310 kematian). Penyebab kematian neonatal terbanyak pada tahun 2021 adalah kondisi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) sebesar 34,5% dan asfiksia sebesar 27,8%. Penyebab kematian lain di antaranya kelainan kongenital, infeksi, COVID-19, tetanus neonatorium, dan lain-lain (Kementerian Kesehatan RI, 2021). Bayi yang terawat, kesejahteraannya tentu akan lebih terjamin. Dari sisi kesejahteraan bayi, peran ayah juga sangat penting, yaitu dengan memastikan ibu mendapat istirahat yang cukup dan tidak stres, membantu merawat bayi, selalu menjadi penyemangat bagi ibu untuk terus memberikan ASI Ekslusif dengan maksimal, dengan adanya dukungan suami ibu merasa tenang dan bahagia menjalani perannya sebagai ibu sekaligus mencegah munculnya gejala “baby blues syndrome” pasca persalinan. Dukungan dapat diberikan dengan berbagai cara, seperti mendampingi ibu saat memberikan ASI eksklusif, memberikan kecupan, menyampaikan kalimat cinta, dan mengucapkan terima kasih kepada ibu yang telah memberikan ASI eksklusif dan merawat si buah hati di rumah (Kementerian Kesehatan, 2018).

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: R Medicine > RY Midwifery
Divisions: Poltekkes Kemenkes Makassar > Jurusan Kebidanan
Depositing User: Mahyuni Mahyuni Yunus
Date Deposited: 28 Apr 2026 07:14
Last Modified: 28 Apr 2026 07:14
URI: http://repositorynew.poltekkes-mks.ac.id/id/eprint/1761

Actions (login required)

View Item View Item