NURINDAH, NURINDAH (2023) ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU NIFAS DAN KELUARGA TENTANG EDUKASI BREAST CARE DAPAT MELANCARKAN PENGELUARAN ASI. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Makassar.
|
Text
NURINDAH.pdf Restricted to Repository staff only Download (8MB) |
Abstract
Ibu nifas akan melewati fase menyusui yaitu masa dimana bayi membutuhkan asupan gizi dari ibunya untuk dapat tumbuh kembang dengan baik. Namun, terkadang asupan gizi bayi menjadi terganggu dikarenakan ASI ibu yang tidak keluar yang dapat mengakibatkan bayi tidak mendapatkan ASI Eksklusif (Aeni, 2022). Kegagalan target pencapaian ASI Eksklusif telah terjadi penurunan dalam waktu 3 tahun terakhir, seperti yang disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidan Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) bahwa presentasi bayi yang mendapatkan ASI Eksklusif pada tahun 2018 adalah 68,7%, pada tahun 2019 adalah 65,8%, dan pada tahun 2021 adalah 53,9% (Chaterin, 2021). Salah satu penyebab kegagalan ASI Eksklusif adalah payudara bengkak akibat ASI yang tidak lancar. Adapun cara mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan melakukan perawatan payudara / breast care pada ibu nifas. Seperti penelitian yang dilakukan oleh (Setyaningsih et.al., 2020) mengatakan bahwa hasil penelitian ini dari 17 responden, sebelum dilakukan breast care sebagian besar responden pengeluaran ASInya lancar sejumlah 6 ibu, tidak lancar 11 ibu. Setelah dilakukan breast care semua responden pengeluaran 2 ASInya lancar. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Soleha, S. N., Sucipto, E., & Izah, N. (2019) yang menyimpulkan bahwa terdapat pengaruh antara perawatan payudara terhadap produksi ASI pada ibu nifas Penelitian lain juga telah dilakukan oleh Sitti Mukarramah, et al., (2018) dalam penelitiannya tentang pengaruh Perawatan Payudara terhadap kelancaran produksi ASI pada ibu nifas di Puskesmas Kassi- Kassi menyimpulkan bahwa perawatan payudara secara signifikan berpengaruh terhadap kelancaran produksi ASI ibu nifas. Upaya untuk meminimalisir masalah ibu nifas yang berkaitan dengan payudara dibutuhkan penyampaian awal terlebih dahulu kepada ibu nifas. Peran bidan sangat dibutuhkan untuk melakukan asuhan dan bimbingan kepada ibu nifas khususnya tentang perawatan payudara (Mangumpaus et al., 2018). Faktor lain yang dapat mempengaruhi kelancaran pengeluaran ASI ibu yaitu dukungan keluarga. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Maita, L., & Afriani, R. (2020) yang menyimpulkan bahwa pada ibu nifas dengan perawatan payudara untuk memperlancar ASI didapatkan hasil yang baik, yaitu dengan cara merawat payudara dengan baik dan benar, asupan nutrisi yang seimbang, menyusui secara adekuat, dan dukungan keluarga bisa membantu ibu dalam proses menyusui dan menjalankan masa nifasnya.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RY Midwifery |
| Divisions: | Poltekkes Kemenkes Makassar > Jurusan Kebidanan |
| Depositing User: | Mahyuni Mahyuni Yunus |
| Date Deposited: | 28 Apr 2026 06:19 |
| Last Modified: | 28 Apr 2026 06:19 |
| URI: | http://repositorynew.poltekkes-mks.ac.id/id/eprint/1746 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
