ASUHAN KEBIDANAN BAYI BARU LAHIR NORMAL DI TPMB HJ. KURNIATI AMIN KABUPATEN GOWA TANGGAL 01 MARET & 02 MARET 2023

Fadilah, Nur Fadilah (2023) ASUHAN KEBIDANAN BAYI BARU LAHIR NORMAL DI TPMB HJ. KURNIATI AMIN KABUPATEN GOWA TANGGAL 01 MARET & 02 MARET 2023. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Makassar.

[img] Text
NUR FADILAH .pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Bayi baru lahir normal merupakan bayi yang lahir dengan presentasi belakang kepala melalui vagina tanpa mamakai alat, pada usia kehamilan genap 37 minggu sampai dengan 42 minggu, dengan berat badan 2500-4000 gram, nilai APGAR>7 dan tanpa catat bawaan menurut Unicef angka kelahiran bayi baru lahir normal di dunia pada tahun 2020 adalah 13.020 bayi akan lahir dan bayi di indonesia akan menyumbang sekitar 3,32 persen dari total 392.078 bayi (Chairunnisa, juliart, 2022). Kematian bayi baru lahir sebesar 90% sering terjadi di negara berkembang. Hal ini disebabkan karena meningkatkan jumlah kelahiran sementara resiko kematian bayi baru lahir hanya berkurang setengahnya. Ada tiga faktor penyebab kematian bayi baru lahir yang paling sering terjadi, yaitu 29% karena persalinan prematur, 23% karena asfiksia, dan 25% disebabkan karena infeksi seperti sepsis dan pneumonia (WHO, 2020). Pada tahun 2020 ada 20.266 kasus kematian yang terjadi pada neonatus (0-28 hari) di Indonesia. Penyebab kematian neonatus terbanyak yaitu kasus berat badan lahir rendah (BBLR) sebesar 36,2% asfeksia sebesar 27,4%, tetanus Neonatorium sebesar 0,3% , kelainan kongenital sebesar 11,4% dan infeksi sebesar 3,4%. Kunjungan neonatal (KN) idealnya dilakukan 3 kali yaitu KN1 pada umur 6 - 48 jam , KN2 umur 2-7 hari, dan KN3 umur 8 - 28 hari (Profil Kesehatan Indonesia, 2020). Hasil Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2018 menunjukkan AKN sebesar 15 per 1000 kelahiran hidup. Meskipun demikian, angka kematian bayi diharapkan akan terus mengalami penurunan. Intervensi-intervensi yang dapat mendukung kelangsungan hidup anak dan ditunjukkan untuk menurunkan AKN menjadi 10/1000 kelahiran hidup dan AKB menjadi 16/1000 kelahiran hidup di tahun 2004. Sementara sesuai dengan target pembangunan berkelanjutan, AKB diharapkan mencapai angka 18%/1000 kelahiran hidup di tahun 2030 (Kemenkes RI,2018). Dampak yang bisa terjadi bila tidak dilakukan asuhan kebidanan secara berkala adalah dapat meningkatkan resiko terjadinya komplikasi pada bayi yang tidak tertangani sehingga menyebabkan kematian yang berkontribusi terhadap meningkatnya angka kematian neonatal (AKN) dan angka kematian bayi (AKB). Beberapa upaya kesehatan dilakuakn untuk mengendalikan resiko ini adalah mengupayakan agar persalinan dapat dilakukan oleh tenaga kesetahan di fasilitas kesehatan serta menjamin tersedianya pelayanan kesehatan sesuai standar pada kunjungan bayi baru lahir normal. Yang dilakukan untuk tindakan tersebut sesuai dengan wewenang bidan, dengan melakukan kolaborasi bersama dokter dan melakukan rujukan.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: R Medicine > RY Midwifery
Divisions: Poltekkes Kemenkes Makassar > Jurusan Kebidanan
Depositing User: Mahyuni Mahyuni Yunus
Date Deposited: 28 Apr 2026 05:49
Last Modified: 28 Apr 2026 05:49
URI: http://repositorynew.poltekkes-mks.ac.id/id/eprint/1742

Actions (login required)

View Item View Item