Nasrida, Nasrida (2023) ASUHAN KEBIDANAN KEHAMILAN TRIMESTER II PADA NY “H” DENGAN BERPERSPEKTIF GENDER DI TPMB Hj. A. NANI NURCAHYANI DI KOTA MAKASSAR TANGGAL 14, 21 FEBRUARI & 01 MARET 2023. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Makassar.
|
Text
Nasrida.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Kehamilan merupakan masa yang rawan bagi kesehatan ibu hamil maupun janinnya, sehingga perlu dilakukan pemeriksaan rutin selama masa kehamilan. Hal ini dilakukan agar tidak mengganggu kesehatan ibu dan janinnya. Kehamilan terbagi dalam tiga trimester, dimana trimester kesatu berlangsung dalam 12 minggu, trimester kedua 15 minggu, dan trimester ketiga 13 minggu (Prawirohardjo, 2020). Trimester kedua kehamilan merupakan periode yang nyaman dirasakan oleh ibu, umumnya sudah jarang atau tidak pernah lagi merasakan mual muntah, tidur pun lebih nyaman dan tidak mudah merasakan lelah, ibu merasa sehat dan mampu ber aktivitas seperti biasa. Resiko yang terjadi pada trimester kedua yaitu bengkak pada wajah, kaki, dan tangan, keluarnya air ketuban sebelum waktunya (KPD), perdarahan, pre eklampsi/eklampsi, diabetes dan anemia. Jika tidak ditangani dengan baik maka akan menyebabkan kematian pada ibu (Andina V.S, 2019).2 Wulandari (2022) dalam penelitiannya menyampaikan bahwa penyebab kematian ibu yang menonjol adalah perdarahan, infeksi dan eklampsia. Kematian ibu di Indonesia pada tahun 2021 mengalami peningkatan sebesar 59,69%. Berdasarkan penyebab, sebagian besar kematian ibu pada tahun 2021 terkait COVID-19 sebanyak 40,35% kasus, perdarahan sebanyak 17,86% kasus, dan hipertensi dalam kehamilan sebanyak 14,57% kasus (Kemenkes, 2021). Berdasarkan Rekapitulasi Data Kabupaten/Kota menunjukkan jumlah kasus kematian ibu di Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2021 meningkat sebesar 46,61%. Khususnya di Makassar berkisar 7,17% kasus kematian (Dinkes Provinsi SulSel, 2021). Upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya peningkatan angka kematian ibu adalah dengan melakukan pemeriksaan ANC secara rutin. Pemeriksaan ANC (Antenatal Care) adalah pemeriksaan kehamilan yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan fisik dan mental ibu hamil secara optimal agar dapat menjalani persalinan, mempersiapkan diri untuk pemberian ASI eksklusif setelah persalinan dan dapat kembali sehat reproduksi secara adekuat (Sukowono, 2022). Peran gender antara suami dan istri sangat penting dalam suatu kehamilan. Meskipun hamil merupakan tugas istri diharapkan suami 3 juga dapat ikut berperan demi tercapainya keberhasilan masa kehamilan. Keterlibatan suami selama kehamilan bisa ditunjukkan dengan memperhatikan makanan yang dikonsumsi ibu hamil, selalu mendampingi untuk melakukan pemeriksaan kehamilan, menjaga kondisi psikologis ibu dan ikut membantu pekerjaan rumah tangga sehingga kebutuhan istirahat ibu hamil dapat terpenuhi (Agustin Dwi Syalfina, 2019).
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RY Midwifery |
| Divisions: | Poltekkes Kemenkes Makassar > Jurusan Kebidanan |
| Depositing User: | Mahyuni Mahyuni Yunus |
| Date Deposited: | 28 Apr 2026 05:18 |
| Last Modified: | 28 Apr 2026 05:18 |
| URI: | http://repositorynew.poltekkes-mks.ac.id/id/eprint/1737 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
