Abdullah, Intan Nuraeni (2023) ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU NIFAS BEKERJA DALAM MENDUKUNG PEMBERIAN ASI EKSLUSIF PADA BAYI USIA 0-6 BULAN DENGAN DUKUNGAN KELUARGA DI TPMB N KABUPATEN GOWA. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Makassa.
|
Text
INTAN Nuraeni Abdullah.pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
Pemberian asupan ASI merupakan suatu perilaku yang sangat utama yang harus dilakukan ibu setelah melahirkan, sebagai penunjang pertumbuhan dan perkembangan bayi secara efektif dan optimal, baik fisik, mental serta kecerdasan. Maka sebab itu pemenuhan ASI harus mendapatkan perhatian yang lebih dari para ibu serta tenaga kesehatan demi tercapainya proses menyusui yang baik dan benar. (Khayati, Nurhidayati, Rejeki, & Machmudah, 2021). Pemerintah telah memberikan perhatiannya terhadap program pemberian ASI eksklusif dengan menetapkan kebijakan nasional yang dicantumkan dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor: 33 Tahun 2012. Arah kebijakan dan rencana kesehatan masyarakat tahun 2020-2024 adalah target cakupan ASI eksklusif sebesar 66,02%. (Kementerian Kesehatan RI, 2020). Berdasarkan Profil Kesehatan Republik Indonesia, pada tahun 2017 presentasi pemberian ASI Eksklusif di Indonesia hanya mencapai 29,5%, sedangkan pada tahun 2018 yaitu sebesar 37,3%. Pada tahun 2019, cakupan bayi mendapat ASI eksklusif mengalami peningkatan yaitu sebesar 67,74%. Walaupun sudah 2 meningkat tapi angka tersebut belum mencapai 100% (Kemenkes RI, 2019) Kegagalan ASI ekslusif oleh para ibu bekerja seperti pada data hasil penelitian Puskesmas Tilongkabila Kabupaten Bone tahun 2020 diketahui bahwa dari 39 responden terdapat 9 orang (23,1%) tidak memberikan ASI secara ekslusif dikarenakan ibu kurang pengetahuan mengenai pentingnya pemberian ASI ekslusif pada bayi sampai 6 bulan dan ada pula yang beralasan bahwa ASI 3 tidak mencukupi sehingga bayinya diberikan susu formula guna pemenuhan kebutuhan. (Hunowu, Katili, & Mohammad, 2020) Dengan memiliki sarana prasarana pemberian ASI tersebut, maka ibu bias terus dapat memberikan ASI ekslusif meskipun sibuk bekerja. (Insani 2011) Dukungan keluarga dalam mendorong ibu dalam pemberian ASI sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Semakin besar dukungan yang dilakukan maka semakin besar pula kemampuan untuk bertahan terus dalam menyusui sampai bayi berusia 6 bulan. (Riaz & Condon, 2019)
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RY Midwifery |
| Divisions: | Poltekkes Kemenkes Makassar > Jurusan Kebidanan |
| Depositing User: | Mahyuni Mahyuni Yunus |
| Date Deposited: | 28 Apr 2026 04:54 |
| Last Modified: | 28 Apr 2026 04:54 |
| URI: | http://repositorynew.poltekkes-mks.ac.id/id/eprint/1733 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
