Putri, Emy Maulida Putri (2023) ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI NY. “N” NEONATUS DINI DI TPMB “M” KABUPATEN GOWA PADA BULAN MARET 2023. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Makassar.
|
Text
EMY MAULIDA PUTRI.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Bayi Baru Lahir (BBL) mengalami proses kelahiran yang berusia 0 dan 28 hari. Untuk berkembang, BBL memerlukan maturasi dan adaptasi (berpindah dari kehidupan intrauterin ke ekstraurin) berupa perubahan fisiologis. Bayi baru lahir yang tumbuh dan baru saja mengalami trauma kelahiran harus dapat beralih dari kehidupan intrauterin ke kehidupan ekstrauterin (Herman, 2020). Pada usia kehamilan 37 hingga 42 minggu, bayi baru lahir dapat dikatakan normal apabila berat badan 2500 hingga 4000 gram, dengan nilai Apgar > 7, dan tidak ada cacat bawaan lahir melalui vagina dalam persentase bagian belakang kepala tanpa menggunakan alat . Istilah "neonatal" mengacu pada setiap bayi antara usia 0 dan 28 hari. Dalam hal ini neonatal terbagi dua bagian yaitu, fase neonatal dini (0-7 hari) dan neonatal lanjut (8-28 hari) (Haksari D. E., 2018). pada bayi baru lahir di luar kandungan pasti merupakan proses yang tidak rasional. Dari itu, tenaga kesehatan harus mempertimbangkan faktor-faktor kehamilan atau persalinan yang dapat mengganggu beberapa jam pertama kehidupan di luar kandungan, seperti persalinan lama, trauma kelahirran, infeksi, keluarnya mecunium, dan penggunaan obat-obatan, pada setiap persalinan (Yuyun setyorini, 2015) Menurut Word Health Organization (WHO), pada tahun 2013 menyatakan Angka Kematian Bayi (AKB) di dunia 34 per 1.000 kelahiran hidup, AKB negara berkembang 37 per 1.000 kelahiran hidup dan AKB di Negara maju 5 per 1.000 kelahiran hidup. AKB di Asia Tenggara 24 per 1.000 kelahiran hidup dan Asia Barat 21 per 1.000 kelahiran hidup. Pada tahun 2013 AKB di Indonesia mencapai 25 per 1.00 kelahiran hidup (Herman, 2020). Berdasarkan data yang diperoleh jumlah kematian neonatal pada tahun 2020 sebesar 602 kasus dengan Angka kematian neonatal sebesar 3,89 per 1.000 kelahiran hidup. Dengan kasus terbesar di Kabupaten Bone sebanyak 52 kematian dan Kabupaten Jeneponto sebanyak 51 kematian. Sedangkan kasus terendah di kabupaten Barru 3 kasus kematian dan kota Pare – Pare 4 kasus kematian (Kemenkes, 2020). Indikator yang menggambarkan upaya Kesehatan yang dilakukan untuk mengurangi resiko kematian pada periode neonatal adalah 6- 48 jam setelah lahir adalah cakupan kunjungan neonatal pertama atau KN1. Pelayanan dalam kunjungan ini (manajemen terpadu balita muda) antara lain meliputi termasuk konseling perawatan bayi baru lahir, ASI Eksklusif, pemberian Vit. K Injeksi dan Hepatitis B0 injeksi (bila belum diberikan) (Kemenkes, 2020
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RY Midwifery |
| Divisions: | Poltekkes Kemenkes Makassar > Jurusan Kebidanan |
| Depositing User: | Mahyuni Mahyuni Yunus |
| Date Deposited: | 28 Apr 2026 02:49 |
| Last Modified: | 28 Apr 2026 02:49 |
| URI: | http://repositorynew.poltekkes-mks.ac.id/id/eprint/1726 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
