ASUHAN KEBIDANAN AKSEPTOR KB SUNTIK DEPO PROGESTIN PADA NY “D‘’ DI TEMPAT PRAKTIK MANDIRI BIDAN SUKMAWATI TANGGAL 26 FEBRUARI 2023

Azzahra, Andi Aulia Tiara (2023) ASUHAN KEBIDANAN AKSEPTOR KB SUNTIK DEPO PROGESTIN PADA NY “D‘’ DI TEMPAT PRAKTIK MANDIRI BIDAN SUKMAWATI TANGGAL 26 FEBRUARI 2023. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Makassar.

[img] Text
Andi Aulia Tiara Azzahra.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Keluarga berencana (KB) merupakan salah satu cara paling efektif untuk meningkatkan ketahanan keluarga, kesehatan, dan keselamatan ibu, anak, serta perempuan. Pelayanan KB menyediakan informasi, pendidikan, dan cara-cara bagi laki-laki dan perempuan untuk dapat merencanakan kapan akan mempunai anak, berapa jumlah anak, berapa tahun jarak usia antara anak,serta akan berhenti mempunyai anak (Profil-kesehatan-provinsi-sulawesi-selatan-2020). Berdasarkan data yang didapat pada Profil Kesehatan Indonesia tahun 2020 bahwa jumlah penduduk di Indonesia pada tahun 2020 yaitu berjumlah 271.066.366 jiwa yang terbagi atas 136.142.501 jiwa laki-laki dan 134.923.865 jiwa perempuan. Jawa Barat merupakan Provinsi di Indonesia yang memiliki jumlah penduduk terbanyak yaitu sebesar 49.935.858 jiwa dan provinsi yang memiliki jumlah penduduk paling sedikit terdapat pada provinsi Kalimantan Utara sebesar 768.505 jiwa. Provinsi Sulawesi Selatan berada di urutan ke-7 dalam jumlah penduduk terbanyak di Indonesia dengan jumlah 8.928.004 jiwa penduduk. Pemerintah melalui BKKBN gencar melakukan upaya pengendalian laju pertumbuhan penduduk dengan menekan angka fertilitas melalui 2 program Keluarga Berencana (KB). Berdasarkan Undang-undang Nomor 52 Tahun 2009, KB adalah upaya mengatur kelahiran anak, jarak dan usia ideal melahirkan, mengatur kehamilan, melalui promosi, perlindungan, dan bantuan sesuai dengan hak reproduksi untuk mewujudkan keluarga yang berkualitas. (BKKBN,2020) Menurut WHO penggunaan kontrasepsi meningkat dari 60,9% menjadi 61.1% di Asia dan sedikit meningkat dari 66,7% menjadi 67% di Amerika Latin dan Karibia.(Sari & Hamid, 2022). Berdasarkan data profil kesehatan Indonesia tahun 2021, jumlah penerima KB di Indonesia berkisar antara 38.343.931 pasangan kemungkinan besar (PUS). Pengguna kontrasepsi jangka panjang seperti implant 7,20%, IUD 7,35%, MOW 2,76%, MOP 0,50%, kontrasepsi suntik 63,71%, pil 17,24%, kondom 1,24%. Menurut Profil Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2020 presentase peserta KB aktif di Kota Makassar pada tahun 2020 mencapai sekitar 67% yang dimana pemilihan alat kontrasepsi yang terbanyak digunakan adalah suntik sebesar 53,47%, lalu pil sebesar 25,16%, dan implant sebesar 12,4%. Kemudian alat kontrasepsi yang paling sedikit digunakan adalah Metode Operasi Pria (MOP) sebesar 0,17%, lalu Metode Operasi Wanita (MOW) sebesar 1,87%, dan kondom sebesar 2,33%, rata-rata calon akseptor KB menggunakan metode kontrasepsi hormonal atau jangka pendek, meskipun tidak menutup kemungkinan menggunakan metode kontrasepsi non-hormonal atau jangka panjang

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: R Medicine > RY Midwifery
Divisions: Poltekkes Kemenkes Makassar > Jurusan Kebidanan
Depositing User: Mahyuni Mahyuni Yunus
Date Deposited: 27 Apr 2026 02:10
Last Modified: 27 Apr 2026 02:10
URI: http://repositorynew.poltekkes-mks.ac.id/id/eprint/1653

Actions (login required)

View Item View Item