Ramadhani, Alisha Ramadhani (2023) ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL DENGAN EMESIS GRAVIDARUM MELIBATKAN PERAN SUAMI PADA NY. “W” DI TPMB SUKMAWATI KOTA MAKASSAR TANGGAL 13, 20, 27 MARET DAN 07 APRIL TAHUN 2023. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Makassar.
|
Text
ALISHA RAMADHANI.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Mual (nausea) dan muntah (emesis gravidarum) adalah gejala yang wajar dan sering terjadi pada kehamilan trimester I. Mual biasanya terjadi pada pagi hari, tetapi dapat timbul setiap saat dan bahkan pada malam hari. Gejala-gejala ini kurang lebih terjadi 6 minggu setelah hari pertama haid terakhir dan berlangsung selama kurang lebih 10 minggu (Sarwono, 1999). Mual dan muntah terjadi pada 60-80% primigravida dan 40-60% multigravida (Sarwono, 2010). Menurut data dari WHO pada tahun 2018 angka kejadian emesis gravidarum sekitar 124.348 ibu hamil (21,5%) pada umumnya di usia kehamilan 8 minggu. Sedangkan pada tahun 2019 yaitu sekitar 137.731 ibu hamil (22,9%). Untuk negara ASEAN sendiri khususnya Vietnam dan Thailand sekitar 32.148 ibu hamil (WHO, 2019). Data Survey Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) Angka kejadian mual muntah di Indonesia selama 2018 (5,31%) dari 21.581 ibu hamil dan tahun 2019 mengalami peningkatan yaitu (5,42%) dari 25.234 ibu hamil yang memeriksakan diri ke tempat pelayanan kesehatan (Kemenkes RI, 2019). Dampak dari emesis gravidarum yaitu hyperemesis gravidarum di daerah Sulawesi Selatan berdasarkan hasil laporan pada tahun 2019 sebanyak 2.487 dan 637 ibu hamil (31,25%) (Kemenkes, 2019). Penelitian yang dilakukan Vitrianingsih, 2019 mual dan muntah memiliki dampak yang signifikan bagi tubuh dimana ibu menjadi sangat lemah, muka pucat dan frekuensi buang air kecil menurun drastis sehingga cairan tubuh semakin berkurang dan darah menjadi kental (hemokonsentrasi). Keadaan ini dapat memperlambat peredaran darah sehingga suplay oksigen dan makanan ke jaringan juga ikut berkurang. Hal ini dapat menimbulkan kerusakan jaringan yang membahayakan kesehatan ibu dan perkembangan janinnya. Mual dan muntah dapat berdampak serius bagi ibu dan janin, yaitu dapat mengakibatkan kelahiran prematur dan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR).
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RY Midwifery |
| Divisions: | Poltekkes Kemenkes Makassar > Jurusan Kebidanan |
| Depositing User: | Mahyuni Mahyuni Yunus |
| Date Deposited: | 27 Apr 2026 01:28 |
| Last Modified: | 27 Apr 2026 01:28 |
| URI: | http://repositorynew.poltekkes-mks.ac.id/id/eprint/1645 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
