ERMAYANTI, RISMA (2024) Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Gangguan Fungsional Knee Akibat Post Op Fraktur Shaft Femur di RSAD TK II Pelamonia. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Makassar.
|
Text
KTI RISMA PDF.pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
Post Op Fraktur Shaft Femur sering menimbulkan problem keterbatasan gerak dan kelemahan otot. Keterbatasan gerak sering terjadi pada knee dan diikuti oleh hip, kelemahan otot sering terjadi pada fleksor knee dan ekstensor knee, diikuti oleh fleksor hip, ekstensor hip dan abduktor hip. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penatalaksanaan fisioterapi dengan infra Red (IR), Mobilisasi Sendi, Strengthening Exercise, dan Proprioceptive Exercise pada Post Op Fraktur Shaft Femur. Jenis penelitian adalah studi kasus, dilaksanakan di RSAD TK II Pelamonia dengan sampel sebanyak 1 orang. Pengumpulan data diperoleh melalui pengukuran nyeri dengan Visual Analog Scale (VAS), keterbatasan ROM dengan goniometer, kelemahan otot dengan Manual Muscle Testing (MMT), dan pengukuran kemampuan fungsional menggunakan Skala Jette. Hasil pemeriksaan fisioterapi didapatkan diagnosa yaitu “nyeri, keterbatasan gerak, kelemahan otot, dan keterbatasan aktivitas fungsional akibat Post Operasi Fraktur Shaft Femur. Intervensi yang diberikan sesuai problematik yang didapatkan adalah Infra Red (IR), Mobilisasi Sendi, Strengthening Exercise dan Proprioceptive Exercise, diberikan sebanyak 8 kali intervensi. Setelah 8 kali terapi; didapatkan adanya penurunan nyeri gerak dari 6,1 menjadi 3,5 dan nyeri tekan dari 3,4 menjadi 1,5; terjadi peningkatan ROM aktif ektensi-fleksi hip dari S : 10⁰-0⁰-90⁰ menjadi S : 20⁰-0⁰-115⁰, ROM pasif ekstensi-fleksi hip dari S : 15⁰-0⁰-95⁰ menjadi S : 20⁰-0⁰-120⁰, ROM aktif abduksi-adduksi hip dari F : 25⁰-0⁰-15⁰ menjadi F : 40⁰-0⁰-25⁰, ROM pasif abduksi- adduksi hip dari 30⁰-0⁰-20⁰ menjadi F : 40⁰-0⁰ -25⁰, ROM aktif eksternal rotasi-internal rotasi hip dari R : 30⁰-0⁰-20⁰ menjadi R: 45⁰-0⁰-35⁰, ROM pasif eksternal rotasi-internal rotasi hip dari R : 35⁰-0⁰-25⁰ menjadi R: 45⁰-0⁰-35⁰, ROM aktif ekstensi-fleksi knee dari S : 0⁰-10⁰-95⁰ menjadi S : 0⁰-0⁰-130⁰, ROM pasif ekstensi fleksi dari S : 0⁰-5⁰-100⁰ menjadi S : 0⁰-0⁰-135⁰; terjadi peningkatan kekuatan otot pada fleksor knee, ekstensor knee, fleksor hip, ekstensor hip, abduktor hip dari nilai 3+ menjadi 4, kemudian terjadi perbaikan kemampuan fungsional. Kesimpulan penelitian ini adalah penatalaksanaan fisioterapi dengan Infra Red (IR), Mobilisasi Sendi, Strengthening Exercise dan Proprioceptive Exercise dapat menghasilkan penurunan nyeri, peningkatan ROM, peningkatan kekuatan otot, dan perbaikan aktivitas fungsional pada pasien post Op fraktur shaft femur
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RP Physiotherapy |
| Divisions: | Poltekkes Kemenkes Makassar > Jurusan Fisioterapi |
| Depositing User: | Unnamed user with email hasnawati@poltekkes-mks.ac.id |
| Date Deposited: | 11 May 2026 01:03 |
| Last Modified: | 11 May 2026 01:03 |
| URI: | http://repositorynew.poltekkes-mks.ac.id/id/eprint/1432 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
