Ferial, Fadly (2024) Penatalaksanaan Fisioterapi pada Gangguan Fungsional Lutut Pasien Post Arthroscopy Akibat Anterior Cruciatum Ligament (ACL) Tear Grade III di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Makassar.
|
Text
KTI FADLY FERIAL PALING FIX.pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
Cedera ACL adalah robekan atau kerusakan pada ligamen lutut anterior akibat perubahan gerakan secara tiba-tiba atau benturan di area lutut. ACL dipertimbangkan sebagai stabilisator utama sendi lutut karena berkontribusi terhadap 85% stabilitas lutut dan sebagai konsekuensinya, ACL menjadi ligamen pada lutut yang paling sering mengalami cedera. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penatalaksanaan fisioterapi pada ACL Tear Grade III. Jenis penelitian ini adalah studi kasus, yaitu penelitian yang mendalami pada satu kasus dengan 2 sampel dengan memberikan perlakuan atau terapi pada sampel tersebut selama penelitian. Adapun intervensi yang diberikan berupa US, TENS, Quadriceps setting exercise, Hamstring Setting Exercise dan Glute Control. Hasil yang diperoleh selama 8 kali terapi yaitu : terjadi penurunan nilai VAS kepada kedua pasien, pada pasien Tn.Q gerakan fleksi untuk nyeri gerak dari 7,5 menjadi 6 dan nyeri tekan dari 7 menjadi 5, gerakan ekstensi untuk nyeri gerak dari 7 menjadi 4 dan nyeri tekan dari 6 menjadi 4 sedangkan pasien Tn. F gerakan fleksi untuk nyeri gerak dari 8 menjadi 6 dan nyeri tekan dari 7 menjadi 5,5, gerakan ekstensi untuk nyeri gerak dari 7 menjadi 4 dan nyeri tekan dari 6 menjadi 4. Terjadi peningkatan ROM kepada kedua pasien, pada pasien Tn.Q ROM Aktif dari S=10o–10o –65o menjadi S=0o–0o –125o, ROM pasif yaitu dari S=7o–7o–70o menjadi S=0o–0o –130o sedangkan pada pasien Tn. F ROM aktif dari S=0o–0o–70o menjadi S=0o–0o –110o, ROM pasif yaitu dari S=0o–0o–75o menjadi S=0o–0o –115o. Terjadi peningkatan nilai MMT kepada kedua pasien, pada pasien Tn. Q otot quadriceps dari nilai 3 menjadi 4 dan otot hamstrings dari nilai 3 menjadi 4 sedangkan pasien Tn. F otot quadriceps dari nilai 4 menjadi 5 dan otot hamstrings dari 3 menjadi 4. Terjadi penurunan nilai skala womac kepada kedua pasien, pada pasien Tn. Q dari 52 (disabilitas berat) menjadi 41 (disabilitas sedang) sedangkan pada pasien Tn. F dari 54 (disabilitas berat) menjadi 39 (disabilitas sedang). Dengan demikian disimpulkan bahwa pemberian Ultra Sound (US), Transcutaneus Electrical Nerve Stimulation (TENS), Quadriceps Setting Exercise, Hamstring Setting Exercise, dan Glute Control dapat meningkatkan aktivitas fungsional, menambah ROM, Meningkatkan kekuatan otot, dan menurunkan nyeri pada pasien ACL Tear Grade III.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RP Physiotherapy |
| Divisions: | Poltekkes Kemenkes Makassar > Jurusan Fisioterapi |
| Depositing User: | Unnamed user with email hasnawati@poltekkes-mks.ac.id |
| Date Deposited: | 11 May 2026 00:57 |
| Last Modified: | 11 May 2026 00:57 |
| URI: | http://repositorynew.poltekkes-mks.ac.id/id/eprint/1424 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
