TINJAUAN HASIL PEMERIKSAAN BASIL TAHAN ASAM METODE ZIEHL NEELSEN PADA RESPONDEN KONTAK SERUMAH DENGAN PENDERITA TUBERKULOSIS DITINJAU DARI JENIS KELAMIN DAN KLASIFIKASI UMUR

HIDAYAT, MUH. RYAN (2024) TINJAUAN HASIL PEMERIKSAAN BASIL TAHAN ASAM METODE ZIEHL NEELSEN PADA RESPONDEN KONTAK SERUMAH DENGAN PENDERITA TUBERKULOSIS DITINJAU DARI JENIS KELAMIN DAN KLASIFIKASI UMUR. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Makassar.

[img] Text
MUH. RYAN HIDAYAT kti.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)
[img] Text
MUH. RYAN HIDAYAT JURNAL.pdf

Download (365kB)
[img] Text
MUH. RYAN HIDAYAT turnitin.pdf
Restricted to Registered users only

Download (3MB)

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi kronis yang disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis (MTB). TB dapat menyebar dari satu orang ke orang lain melalui transmisi udara (droplet dahak pasien TB). Riwayat kontak serumah sangat berpotensi untuk terjadinya kejadian TB bagi anggota keluarga yang bukan penderita. Beberapa penelitian menyatakan seseorang yang berbeda jenis kelamin memiliki mekanisme respon imun yang berbeda-beda begitu pula dengan usia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil pemeriksaan Basil Tahan Asam (BTA) metode Ziehl Neelsen pada responden kontak serumah dengan penderita TB ditinjau dari jenis kelamin dan klasifikasi umur. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain analitik observasional, total jumlah sampel sebanyak 30 sampel yang memenuhi kriteria inklusi penelitian, pengumpulan sampel dilakukan di Kecamatan Bajeng Barat Kabupaten Gowa dan pemeriksaan dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Jurusan Teknologi Laboratorium Medis Poltekkes Kemenkes Makassar pada 26-28 Juni 2024. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diperoleh hasil untuk pemeriksaan BTA metode Ziehl Neelsen dari total keseluruhan sampel didapatkan hasil negatif (100%), sedangkan untuk hasil pemeriksaan BTA terhadap karakteristik subjek penelitian didapatkan untuk jenis kelamin terbanyak diperoleh laki-laki dengan hasil pemeriksaan BTA didapatkan hasil negatif sebesar 53,3%, sedangkan untuk klasifikasi umur terbanyak didapatkan pada umur dengan rentang usia 55-60 tahun dengan hasil pemeriksaan BTA negatif sebesar 23,3%, dan untuk riwayat lama kontak serumah dengan penderita TB didapatkan terbanyak <3 bulan dengan hasil pemeriksaan BTA negatif sebesar 86,7%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa hasil pemeriksaan BTA metode Ziehl Neelsen pada responden kontak serumah dengan penderita TB ditinjau dari jenis kelamin dan klasifikasi umur didapatkan dari total keseluruhan sampel yaitu negatif, maka dapat disarankan kepada peneliti selanjutnya tidak hanya menggunakan pemeriksaan BTA sebagai biomarker tunggal dalam penegakan diagnosa TB, namun dapat dikombinasikan dengan pemeriksaan laboratorium lain yang merupakan gold standar dalam penegakan diagnosa TB yaitu pemeriksaan Tes Cepat Molekuler (TCM).

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: R Medicine > RR Medical Laboratory Technology
Divisions: Poltekkes Kemenkes Makassar > Jurusan Teknologi Laboratorium Medis
Depositing User: Ros Rosmiati Rosmiati
Date Deposited: 24 Apr 2026 02:25
Last Modified: 24 Apr 2026 02:25
URI: http://repositorynew.poltekkes-mks.ac.id/id/eprint/1264

Actions (login required)

View Item View Item