IDENTIFIKASI MRSA (Methicillin Resistant Staphylococcus aureus) PADA INFEKSI LUKA POST SECTIO CAESAREA DENGAN UJI POLYMERASE CHAIN REACTION (PCR)

SRI WAHYUNI, SRI (2024) IDENTIFIKASI MRSA (Methicillin Resistant Staphylococcus aureus) PADA INFEKSI LUKA POST SECTIO CAESAREA DENGAN UJI POLYMERASE CHAIN REACTION (PCR). Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Makassar.

[img] Text
SKRIPSI_033_Sri Wahyuni.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)
[img] Text
JURNAL_033_SRI WAHYUNI.pdf

Download (570kB)
[img] Text
Turnitin_Skripsi Sri W.pdf

Download (24MB)

Abstract

MRSA adalah jenis bakteri Staphylococcus aureus yang resisten terhadap methicillin dan antibiotik beta-laktam lainnya. MRSA sering diidentifikasi pada infeksi luka bedah, termasuk setelah Sectio Caesarea. MRSA sulit diobati dan dapat menyebabkan infeksi serius. Penggunaan PCR untuk mendeteksi MRSA pada infeksi luka post-Sectio Caesarea dapat mempercepat diagnosis, memungkinkan intervensi terapi lebih dini, mengurangi penyebaran infeksi, dan meningkatkan hasil klinis bagi pasien. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui hasil identifikasi bakteri MRSA (Methicillin Resistant Staphylococcus aureus) pada infeksi luka post Sectio Caesarea dengan uji Polymerase Chain Reaction (PCR). Jenis penelitian ini bersifat deskriptif. Pengambilan sampel dibeberapa RSUD dan rumah bersalin yang ada di Kabupaten Wajo dan Soppeng yang dilaksanakan pada 01 April s/d 28 Mei 2024. Sampel yang digunakan sebanyak 15 sampel dengan menggunakan Teknik Consecutive sampling. Tempat pemeriksaan di Laboratorium Biologi Molekuler Hasanuddin University Medical Research Center (HUM-RC) pada Tanggal 11 s/d 13 Juni 2024. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh hasil bahwa ditemukan 4 sampel (26.7%) mengandung DNA dari bakteri Staphylococcus aureus yang bukan MRSA. 6 sampel (40%) positif MRSA dengan varian PVL yang terdiri dari 4 sampel (26.7%) yang mengandung DNA Staphylococcus aureus dan 2 sampel (13.3%) yang tidak mengandung DNA Staphylococcus aureus. Dan terdapat 5 sampel (33.3%) di mana tidak ditemukan DNA dari bakteri Staphylococcus aureus maupun gen MRSA. Disarankan mengoptimalkan metode PCR dengan multipleks primer yang lebih spesifik untuk meningkatkan identifikasi MRSA.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: R Medicine > RR Medical Laboratory Technology
Divisions: Poltekkes Kemenkes Makassar > Jurusan Teknologi Laboratorium Medis
Depositing User: Ros Rosmiati Rosmiati
Date Deposited: 11 Mar 2026 02:52
Last Modified: 11 Mar 2026 02:52
URI: http://repositorynew.poltekkes-mks.ac.id/id/eprint/1215

Actions (login required)

View Item View Item